Trump Batalkan Misi Diplomatik ke Pakistan, Isyaratkan Tak Ada Eskalasi Perang dengan Iran

- Minggu, 26 April 2026 | 04:45 WIB
Trump Batalkan Misi Diplomatik ke Pakistan, Isyaratkan Tak Ada Eskalasi Perang dengan Iran

Presiden AS, Donald Trump, tiba-tiba mengumumkan pembatalan rencana pengiriman utusannya ke Pakistan. Misi itu sebenarnya untuk menjembatani pembicaraan damai dengan Iran. Tapi, kata Trump, jangan buru-buru menyimpulkan ini berarti perang akan segera meletus lagi.

Pengumuman itu keluar di tengah hiruk-pikuk diplomatik. Baru saja Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menuntaskan kunjungannya di Islamabad. Ia bertemu dengan sejumlah petinggi Pakistan: Panglima Militer Asim Munir yang jadi tokoh sentral mediasi, Perdana Menteri Shehbaz Sharif, dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar. Semua dilakukan dalam rangkaian yang cukup padat.

Sebelumnya, Gedung Putih sudah mengumumkan rencana pengiriman Steve Witkoff dan Jared Kushner dua utusan Trump ke Pakistan. Mereka dijadwalkan melakukan apa yang disebut sebagai "pembicaraan langsung" dengan pihak Iran. Harapannya, kata mereka, bisa "mendorong kemajuan menuju kesepakatan".

Tapi Trump punya pendapat lain. Dalam wawancara dengan Fox News, Sabtu kemarin, ia bilang perjalanan itu dibatalkan.

"Kami yang pegang kendali penuh. Mereka bisa menghubungi kami kapan saja. Tidak perlu terbang 18 jam hanya untuk duduk dan membahas hal yang tidak menghasilkan apa-apa," kata Trump, seperti dikutip dari pernyataannya kepada timnya.

Lalu, wartawan dari Axios bertanya: apakah ini berarti permusuhan bakal dimulai lagi? Jawab Trump singkat, "Tidak. Sama sekali tidak. Kami bahkan belum memikirkannya."

Menlu Iran Sudah Pergi dari Islamabad

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi Araghchi sudah meninggalkan Pakistan. Ia tiba di Muscat, Oman, pada hari yang sama untuk bertemu pejabat setempat. Rencananya, ia juga akan melanjutkan perjalanan ke Rusia. Topik utamanya: upaya mengakhiri perang yang dipicu serangan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari lalu.

Di akun X-nya, Araghchi menyebut kunjungan ke Pakistan itu "sangat produktif". Ia mengaku sudah menyampaikan posisi Iran soal "kerangka kerja yang bisa diterapkan untuk mengakhiri perang secara permanen". Tapi, nada skeptis tetap terdengar.

"Masih harus dilihat apakah AS benar-benar serius dalam diplomasi," tulisnya.

Menariknya, bahkan sebelum Trump bicara, prospek pertemuan langsung sebenarnya sudah suram. Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Araghchi tidak punya rencana bertemu dengan pihak Amerika. Islamabad, menurut laporan itu, cuma jadi perantara sekadar "menyampaikan" proposal dari Teheran.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar