Tabung Gas 3 Kg Jadi Senjata, Warga di Banten Nyaris Tewas Dihajar Gara-Gara Piutang Rp400 Ribu

- Kamis, 12 Maret 2026 | 23:05 WIB
Tabung Gas 3 Kg Jadi Senjata, Warga di Banten Nyaris Tewas Dihajar Gara-Gara Piutang Rp400 Ribu

Udara sore di Kampung Pakusaji, Desa Pringwulan, seharusnya tenang seperti biasa. Tapi Rabu (25/2) lalu, sekitar pukul empat lebih, suasana berubah mencekam. Aris Munandar (34) nyaris tewas setelah dipukuli berulang kali dengan tabung gas elpiji 3 kilogram oleh Jaenudin, tetangganya sendiri. Tubuhnya bersimbah darah di teras rumah pelaku. Semua ini berawal dari penagihan utang yang tak kunjung dibayar.

Menurut Kapolsek Pamarayan, AKP Yusuf Ependi, Aris sebenarnya datang untuk mengantarkan pesanan. “Korban saat itu datang untuk mengantarkan 20 tabung gas LPG pesanan pelaku ke rumahnya,” jelas Yusuf saat dikonfirmasi Kamis (12/3/2026).

Total pesanan itu mencapai Rp400 ribu. Tapi, setelah barang diterima, Jaenudin tak kunjung membayar. Aris pun bersikukuh menunggu. Dia duduk di teras, menanti uangnya dilunasi. Tak mau pergi sebelum pelaku membayar.

Namun begitu, yang datang bukanlah pembayaran, melainkan malapetaka.

“Karena pelaku belum membayar, korban kemudian menunggu di teras rumah pelaku sambil menunggu pembayaran,” lanjut Yusuf menceritakan kronologi kejadian.

Lalu, dalam keadaan Aris yang sedang duduk, Jaenudin tiba-tiba muncul dari belakang. Tanpa ampun, dia langsung menghujamkan tabung gas yang baru saja diantar ke tubuh Aris. Serangannya brutal dan tak terduga.

“Pelaku memukul korban dari belakang menggunakan tabung gas LPG sebanyak sekitar 10 kali hingga korban terjatuh,” ungkap AKP Yusuf Ependi. Pukulan bertubi-tubi itu membuat Aris roboh, lukanya parah. Sebuah upaya pembunuhan yang dingin, berawal dari utang empat ratus ribu rupiah.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar