Ribuan pasang mata mulai tertuju pada layar raksasa di pelataran Stasiun TVRI Sulawesi Tenggara, Kamis (11/6) malam. Tandai dimulainya sebuah tradisi baru di Kota Kendari: nonton bareng Piala Dunia 2026 yang dikemas dalam program bertajuk “Bola Gembira”.
Kegiatan ini bukan sekadar ajang menyaksikan pertandingan sepak bola. Lebih dari itu, “Bola Gembira” menjadi ruang publik yang menghidupkan kembali semangat kebersamaan di tengah hiruk-pikuk kota. Acara yang digagas oleh TVRI bersama Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA dan Radio Republik Indonesia (RRI) ini akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan ke depan.
Yang menarik, gelaran ini tidak hanya menyajikan tontonan kelas dunia. Di sisi lain, puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut dilibatkan untuk memeriahkan suasana. Mereka berjajar di sekitar lokasi nobar, menawarkan aneka kuliner dan produk lokal, menjadikan momen ini sebagai denyut nadi ekonomi rakyat yang ikut berdetak seiring alunan yel-yel suporter.
Kolaborasi tiga lembaga penyiaran dan pemberitaan nasional ini menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi jembatan antara hiburan dan pemberdayaan ekonomi. Malam itu, lapangan stasiun TVRI berubah menjadi episentrum kegembiraan, tempat di mana gairah sepak bola berpadu dengan semangat usaha kecil.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Tiga Pelaku Pengeroyokan di Pasar Grogol yang Tewaskan Seorang Pria
OIKN Usul Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun untuk Percepatan Pembangunan IKN pada 2027
Trump Batalkan Serangan ke Iran, Isyaratkan Kesepakatan Segera Tercapai
Semarak Bola Gembira di Bandung: Nonton Bareng Piala Dunia 2026 Digelar untuk Dongkrak UMKM dan Kebersamaan Warga