Trump Izinkan Timnas Iran Tampil di Piala Dunia AS, tapi Ingatkan Ancaman Keselamatan

- Kamis, 12 Maret 2026 | 23:20 WIB
Trump Izinkan Timnas Iran Tampil di Piala Dunia AS, tapi Ingatkan Ancaman Keselamatan

Trump Buka Pintu untuk Timnas Iran, Tapi Ada Peringatan Keras Soal Keselamatan

Donald Trump punya sikap yang terkesan mendua soal partisipasi Iran di Piala Dunia 2026 nanti. Di satu sisi, mantan Presiden AS itu bilang tim sepak bola Iran dipersilakan main. Namun di sisi lain, ia justru melontarkan peringatan serius. Menurutnya, keselamatan bahkan nyawa para pemain Iran-lah yang sebenarnya jadi taruhannya.

Komentar terbarunya ini muncul cuma selang dua hari setelah pertemuannya dengan bos FIFA, Gianni Infantino. Waktu itu, Trump konfirmasi bahwa pemain Iran akan diterima di AS, meski perang di Timur Tengah sedang berkecamuk.

"Tim Nasional Sepak Bola Iran dipersilakan untuk ikut serta dalam Piala Dunia," tulis Trump di akun Truth Social-nya.

Tapi kalimat selanjutnya langsung berubah nada. "Saya benar-benar tidak percaya bahwa pantas bagi mereka untuk berada di sana, demi nyawa dan keselamatan mereka sendiri."

Perang yang dipicu serangan AS-Israel akhir Februari lalu memang bikin situasi jadi runyam. Banyak yang mempertanyakan, mungkinkah Iran benar-benar tampil di ajang bergengsi yang bakal digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat musim panas ini?

Menurut sejumlah saksi, dari kubu FIFA sendiri justru terdengar sinyal yang lebih positif. Gianni Infantino, usai jumpa Trump di Gedung Putih awal pekan ini, menegaskan bahwa Trump memang memberi lampu hijau.

"Presiden Trump menegaskan kembali bahwa tim Iran, tentu saja, dipersilakan untuk berkompetisi di turnamen di Amerika Serikat," tulis Infantino dalam pernyataannya.

Lelucon politik atau pernyataan yang serius? Agak sulit memastikannya. Apalagi ini bukan pertama kalinya Trump urun rembuk soal nasib atlet Iran. Sebelumnya, dia pernah bersuara lantang mendukung para pemain sepak bola wanita Iran yang berkunjung ke Australia. Trump waktu itu menyerukan agar mereka diberikan suaka.

Kekhawatiran para atlet wanita itu beralasan. Mereka takut mendapat pembalasan di tanah air hanya karena memilih untuk tidak menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan Piala Asia. Australia akhirnya mengiyakan, memberikan suaka kepada kelima pemain yang memutuskan untuk tidak pulang.

Nah, dengan latar belakang seperti itu, pernyataan Trump soal keselamatan pemain pria Iran di Piala Dunia jadi terdengar lebih seperti sebuah firasat buruk. Bukan sekadar komentar biasa.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar