Isu yang menyebutkan bahwa pemilik golongan darah O lebih rentan mengalami kolesterol tinggi tengah beredar di tengah masyarakat. Klaim tersebut langsung diluruskan oleh Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Christy Efiyanti, yang menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang cukup kuat untuk menyimpulkan adanya hubungan pasti antara golongan darah dan kadar kolesterol.
Christy menjelaskan bahwa hasil penelitian mengenai kaitan antara golongan darah ABO dengan kadar kolesterol masih beragam dan belum dapat dijadikan pegangan. “Beberapa penelitian memang menemukan adanya kadar kolesterol yang lebih tinggi pada individu bergolongan darah O dibandingkan golongan darah lainnya. Namun, ada pula penelitian yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara golongan darah ABO dengan kadar kolesterol darah,” paparnya melalui keterangan tertulis pada Kamis, 11 Juni 2026.
Menurut Christy, hubungan antara golongan darah dan risiko penyakit kardiovaskular masih memerlukan kajian lebih lanjut. Ia menekankan bahwa kadar kolesterol seseorang dipengaruhi oleh faktor-faktor yang jauh lebih kompleks dibandingkan sekadar golongan darah. Faktor gaya hidup, misalnya, dinilai memiliki pengaruh paling besar terhadap tingginya kadar kolesterol dalam tubuh.
Pola makan tinggi lemak, kurangnya aktivitas fisik, obesitas, kebiasaan merokok, serta konsumsi alkohol disebut sebagai pemicu utama peningkatan risiko kolesterol tinggi. Di sisi lain, sejumlah kondisi medis seperti diabetes, gangguan ginjal, penyakit hati, dan gangguan tiroid juga turut berkontribusi. Faktor genetik pun tidak bisa diabaikan, terutama pada kasus familial hypercholesterolemia, yaitu kelainan genetik yang menyebabkan kadar kolesterol tinggi sejak usia muda.
“Usia dan jenis kelamin juga dapat memengaruhi kadar kolesterol seseorang,” ujar dokter spesialis Ilmu Penyakit Dalam itu.
Untuk menjaga kadar kolesterol tetap normal, Christy menyarankan masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat tanpa perlu terlalu berfokus pada golongan darah yang dimiliki. Langkah yang dapat dilakukan antara lain membatasi konsumsi makanan tinggi lemak dan makanan olahan yang mengandung lemak jenuh, rutin berolahraga, serta menjaga berat badan ideal.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. “Rutin melakukan medical check up agar dapat mendeteksi dini bila ada masalah kesehatan dan memperoleh penanganan sejak dini sebelum terlambat dan sulit diobati,” pesannya.
Artikel Terkait
KPK Sita Rp 200 Juta dan Mobil Mewah dalam Kasus Suap Bupati Muara Enim ke BPK
Pentagon Tutup Sejumlah Area Usai Deteksi Cemaran Bahan Berbahaya di Dalam Gedung
Piala Dunia 2026 Dimulai di Tengah Ketegangan Global dan Polemik Visa Tiga Negara Tuan Rumah
Jumlah ASN Capai 6,7 Juta, BKN Percepat Digitalisasi dan Penguatan Sistem Merit