Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengumumkan telah mencegat sejumlah drone yang diluncurkan oleh kelompok pro-Iran di Irak. Serangan itu terjadi di tengah jeda pertempuran setelah 13 hari baku tembak antara Amerika Serikat dan Iran.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah di media sosial, Kementerian Pertahanan Saudi menyebut serangan itu sebagai "upaya teroris" yang diluncurkan dari wilayah Irak oleh milisi yang didukung Iran. Drone tersebut, menurut kementerian, menargetkan fasilitas minyak di kawasan timur Arab Saudi dan ibu kota Riyadh.
Arab Saudi mendesak Irak untuk mengambil langkah tegas mencegah penggunaan wilayahnya sebagai landasan peluncuran serangan. Permintaan itu disampaikan dalam pernyataan terpisah yang disiarkan oleh penyiar resmi Saudi.
Sementara itu, kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman juga mengklaim telah menyerang infrastruktur minyak Saudi. Serangan terbaru ini terjadi setelah gencatan senjata antara AS dan Iran pada April lalu gagal, dan permusuhan kembali pecah awal bulan ini. Sejak saat itu, kelompok bersenjata pro-Iran yang berbasis di Irak belum mengklaim serangan apa pun hingga kini.
Artikel Terkait
Trump Kaitkan Kesepakatan Nuklir dengan Arab Saudi dengan Pengakuan terhadap Israel
Trump Kaitkan Kesepakatan Nuklir Sipil dengan Saudi pada Normalisasi Hubungan dengan Israel
Houthi Klaim Serang Dua Kapal Tanker Saudi di Laut Merah, Satu Dilaporkan Terbakar
Houthi Klaim Serang Dua Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah, Blokade Maritim Memanas