Bursa saham Amerika Serikat dibuka menguat pada perdagangan Senin (27/7/2026) waktu setempat, merespons penurunan harga minyak dunia setelah AS dan Iran menghentikan sementara serangan dan kembali membuka jalur negosiasi untuk mengakhiri konflik.
Indeks S&P 500 naik 0,6 persen, Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat 518 poin atau 1 persen, dan Nasdaq Composite naik 0,7 persen pada awal perdagangan. Penguatan ini terjadi setelah kekhawatiran investor terhadap dampak konflik AS-Iran mulai mereda. Sebelumnya, eskalasi konflik kedua negara sempat meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global, terutama akibat gangguan lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
Harga minyak mentah Brent sebagai acuan internasional turun 5,4 persen menjadi USD86,74 per barel untuk pengiriman Oktober 2026. Angka tersebut berbalik arah setelah harga minyak sempat melonjak di atas USD100 per barel pada pekan sebelumnya akibat meningkatnya ketegangan geopolitik.
Pasar mendapatkan dorongan dari meredanya ketegangan geopolitik, meskipun investor masih mencermati risiko terhadap ekonomi global akibat konflik tersebut. Selain itu, saham teknologi turut menjadi pendorong utama kenaikan Wall Street. Sentimen positif muncul setelah perusahaan chip memori China, ChangXin Memory Technologies (CXMT), mencatat kenaikan signifikan saat debut di bursa Shanghai dan menjadi salah satu perusahaan tercatat dengan kapitalisasi pasar terbesar di China.
Saham Microsoft naik 2,6 persen dan Alphabet, perusahaan induk Google, menguat 2,8 persen. Kedua perusahaan tersebut bersama sejumlah raksasa teknologi lainnya memiliki kapitalisasi pasar besar sehingga memberikan pengaruh terhadap pergerakan indeks utama Wall Street.
Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) Treasury AS tenor 10 tahun turun menjadi 4,65 persen dari sebelumnya 4,69 persen pada perdagangan Jumat. Penurunan yield tersebut turut memberikan ruang bagi saham untuk bergerak lebih tinggi.
Investor kini menantikan sejumlah data ekonomi penting pekan ini, termasuk laporan kepercayaan konsumen AS pada Selasa dan data inflasi pada Kamis. Perhatian utama pasar juga tertuju pada keputusan kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang akan diumumkan pada Rabu.
Artikel Terkait
The Fed dan Laporan Big Tech Jadi Ujian Berat Wall Street Pekan Depan
Harga Minyak Tembus USD100 per Barel Usai Houthi Serang Kapal Tanker Saudi
Wall Street Anjlok, Saham Teknologi Tertekan dan Minyak Tembus USD100
Harga Minyak Tembus Level Tertinggi Enam Pekan, Konflik AS-Iran Kian Memanas