Polisi terus mendalami penyebab ambruknya tribun penonton VIP dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Speed Fest di GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Hingga Senin (27/7), jumlah korban luka bertambah dari 75 menjadi 83 orang.
Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi mengungkapkan, sejumlah korban mengalami patah tulang. "Yang kami himpun sekitar 83 orang yang dilaporkan kepada kami. Kemudian kami juga mengecek ada korban yang mengalami fraktur atau patah tulang," katanya.
Selain mendata korban, polisi telah memeriksa sepuluh saksi untuk mengungkap penyebab insiden. "Sampai tadi malam saksi sekitar 10-an orang," ujar Petrus.
Dugaan Penyebab
Berdasarkan penyelidikan sementara, tribun nonpermanen berbahan rangka besi itu diduga tak mampu menahan beban setelah penonton berulang kali berkumpul di satu titik. Menurut Petrus, penumpukan terjadi saat para drifter melakukan selebrasi dengan melempar kaus ke arah tribun VIP. Akibatnya, penonton berdesak-desakan sehingga beban pada tribun menjadi tidak merata.
"Temuan yang kami dapatkan adalah adanya selebrasi yang dilakukan oleh drifter dengan membagikan atau melemparkan kaus. Hal itu membuat pengunjung di tribun VIP berkumpul tidak beraturan sehingga beban pada tribun menjadi tidak seimbang dan terjadi desak-desakan," jelasnya.
Artikel Terkait
Tribun Ambruk di Kejurnas Drift Banyumas, Panitia Tanggung Biaya Pengobatan Korban
Tribun Ambruk di Kejurnas Drift Speed Fest, 83 Penonton Terluka
Tribun Ambruk di Speed Fest Banyumas, 90 Orang Terluka
Tribun Ambruk saat Kejurnas Drift di Purwokerto, 75 Penonton Terluka