Milan akhirnya merampungkan transfer Tommaso Pobega ke Bologna. Gelandang berusia 24 tahun itu kini resmi menjadi milik permanen Bologna FC 1909, setelah dua musim sebelumnya hanya statusnya sebagai pemain pinjaman di Stadio Renato Dall'Ara. Kepastian ini muncul tak lama setelah Bologna menang 2-1 atas Torino.
Nicolò Schira, pakar transfer Italia, yang pertama kali mengonfirmasi kabar ini. Lewat akun X-nya, dia menyebut AC Milan akan menerima bayaran sebesar 7 juta Euro dari kesepakatan tersebut. Nilainya setara dengan sekitar Rp139 miliar. Kontrak Pobega sendiri dipastikan akan mengikatnya hingga musim panas 2030.
Selama dua tahun membela Bologna, Pobega tumbuh jadi pemain penting. Statistiknya cukup berbicara: 55 kali tampil, tujuh gol, dan lima assist. Performa konsistennya di lini tengah itu yang bikin manajemen Bologna yakin untuk mempertahankannya.
Rupanya, kesepakatan permanen ini sudah diatur sejak lama. Menurut laporan PianetaMilan, ada klausul khusus yang aktif mulai 1 Februari 2026. Klausulnya sederhana: Bologna harus mengumpulkan minimal satu poin dalam pertandingan tertentu. Nah, kemenangan di markas Torino itulah yang memicu klausul tersebut, mengubah status pinjaman jadi transfer tetap.
Sebelumnya, Pobega sempat gagal memenuhi syarat itu. Bologna kalah dari AC Milan dan cuma dapat imbang melawan Parma di awal Februari. Tapi, kegagalan itu cuma sementara. Performa stabil yang ditunjukkannya di laga-laga berikutnya akhirnya membawa Bologna pada kemenangan krusial di Torino.
Bagi Milan, ini jelas kabar bagus. Mereka dapat cuan segar 7 juta Euro dari seorang pemain yang tak lagi masuk dalam rencana jangka panjang. Strategi meminjamkan pemain dengan opsi beli terbukti lagi-lagi menguntungkan bagi kas klub.
Di sisi lain, buat Pobega sendiri, kepastian ini memberi ruang bernapas. Kontrak panjang hingga 2030 adalah bentuk kepercayaan penuh. Dia dapat fokus berkembang tanpa bayang-bayang ketidakpastian. Bologna jelas punya ambisi besar, dan Pobega adalah bagian dari proyek itu.
Kehadirannya yang permanen juga mengirim sinyal ke pesaing-pesaing lain di Serie A. Gelandang ini bukan cuma pekerja keras, tapi juga punya naluri mencetak gol. Dia bisa mengatur ritme permainan, sekaligus menyodorkan ancaman dari luar kotak penalti.
Pada akhirnya, semua pihak diuntungkan. Milan dapat suntikan dana, Bologna mendapat pilar andalan di lini tengah, dan Pobega menemukan rumah untuk jangka panjang. Sebuah kesepakatan yang, jujur saja, sulit dicari celah kekurangannya.
Artikel Terkait
Allegri Desak Peningkatan Objektivitas VAR dan Perubahan Aturan Offside di Serie A
Louis Saha Soroti Potensi MU Rekrut Cole Palmer dan Endrick
Serie A Jatuhkan Sanksi Tegas, CEO Juventus Diskors hingga Akhir Maret
Manchester United dan Chelsea Bantah Dekati Jurgen Klopp