Jakarta - Bagi umat Katolik, Rabu Abu adalah pintu gerbang menuju masa Prapaskah. Perayaan ini, yang tahun 2026 jatuh pada 18 Februari, menandai dimulainya 40 hari masa refleksi dan persiapan spiritual sebelum Paskah tiba. Di Gereja Katedral Jakarta, misa perayaan ini akan digelar tanpa perlu pendaftaran sebelumnya.
Menurut informasi yang diunggah di akun Instagram resmi @katedraljakarta, berikut jadwal misa untuk hari itu.
- Pukul 06.00: Misa offline.
- Pukul 12.00: Misa offline dan disiarkan online.
- Pukul 16.30: Misa offline dan disiarkan online.
- Pukul 19.00: Misa offline.
Nah, dalam perayaan ini ada ritual pengolesan abu di dahi. Abu itu sendiri punya sejarah panjang. Asalnya dari daun palma yang sudah diberkati pada perayaan Minggu Palma tahun sebelumnya, lalu dibakar. Di gereja, abu itu dibentuk tanda salib di kening umat. Tidak ada keharusan untuk membawanya pulang atau memakainya seharian, sih. Abu itu boleh langsung dibasuh usai misa.
Tapi jangan heran kalau nanti Anda melihat banyak orang masih membawa tanda salib itu di dahinya sampai malam. Bagi sebagian orang, itu adalah pengingat yang ingin dipertahankan, semacam kenang-kenangan sakral sepanjang hari.
Artikel Terkait
150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Daerah 3T untuk Percepatan Transformasi Digital Pendidikan
Banjir Rendam 552 Rumah di Donggala, Dua Kecamatan Terdampak
Penyelundupan 202 Reptil Hidup ke Dubai Digagalkan di Soekarno-Hatta
AS dan Iran Saling Klaim Soal Nasib Jet Tempur F-15 yang Jatuh