Badan Pangan Nasional (Bapanas) punya pekerjaan besar di awal tahun 2026. Mereka mengejar target penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk periode Februari dan Maret mendatang. Program ini menyasar lebih dari 33 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan langkah ini merupakan upaya strategis menjaga stabilitas pasokan dan harga. "Kami menyalurkan bantuan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per keluarga untuk dua bulan ke depan," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (16/2/2026).
Angka penerimanya tidak main-main: 33,2 juta keluarga. Penyalurannya akan dilakukan sekaligus, menunggu anggaran di DIPA Bapanas resmi terbit. Setiap keluarga akan mendapat jatah 10 kg beras dan 2 liter minyak untuk konsumsi satu bulan.
Lalu, dari mana program ini berawal? Rupanya, ini hasil keputusan rapat Tim Pengendalian Inflasi Pusat yang dipimpin Kemenko Perekonomian. Bahkan, Mensesneg sudah menyampaikan persetujuan Presiden atas stimulus ekonomi ini, yang juga mencakup diskon transportasi.
Demi program sebesar ini, persiapan logistiknya masif. Bulog, yang ditugaskan menyalurkan, harus mengeluarkan stok beras sekitar 664,8 ribu ton. Minyak gorengnya mencapai 132,9 ribu kiloliter. Dananya? Pemerintah menyiapkan anggaran hingga Rp 11,92 triliun. Jumlah yang fantastis untuk program yang diharapkan meringankan beban rakyat.
Soal stok, Bapanas melaporkan kondisi yang cukup aman. Per 13 Februari, total stok beras di Bulog mencapai 3,53 juta ton. Mayoritas, sekitar 3,34 juta ton, adalah beras cadangan pemerintah (CBP). Sementara stok minyak goreng masih tersisa sekitar 15 ribu kiloliter di gudang Bulog.
Sebelumnya, program serupa sudah berjalan. Realisasi hingga 31 Januari 2026 menunjukkan bantuan telah menjangkau 18,1 juta penerima. Dari sana, telah didistribusikan 363,3 ribu ton beras dan 72,6 ribu kiloliter minyak goreng. Artinya, masih ada sasaran besar yang harus dipenuhi dalam waktu dekat ini.
Semua mata kini tertuju pada pelaksanaannya. Apakah penyaluran bantuan sebesar ini bisa berjalan lancar, tepat sasaran, dan tepat waktu. Terutama dengan momentum Ramadan yang semakin dekat.
Artikel Terkait
Kemenag Siapkan Relokasi Pesantren Terdampak Bencana di Tegal
Pemangku Zakat dan Wakaf Sepakati 17 Komitmen Perkuat Tata Kelola Nasional
TMII Ramai Pengunjung di Libur Imlek, Tawarkan Festival Pecinan dan Pertunjukan Air Mancur
Volkswagen Targetkan Potong Biaya 20% hingga 2028 Hadapi Tekanan Pasar