Volkswagen Targetkan Potong Biaya 20% hingga 2028 Hadapi Tekanan Pasar

- Senin, 16 Februari 2026 | 22:40 WIB
Volkswagen Targetkan Potong Biaya 20% hingga 2028 Hadapi Tekanan Pasar

MURIANETWORK.COM - Volkswagen Group, raksasa otomotif asal Jerman, mengumumkan rencana ambisius untuk memangkas biaya operasional secara besar-besaran. Inisiatif efisiensi yang ditargetkan mencapai 20 persen ini akan berjalan hingga tahun 2028, didorong oleh tantangan margin keuntungan, penjualan yang lesu di pasar China, serta tekanan persaingan global yang semakin ketat.

Rencana Efisiensi Disampaikan ke Jajaran Eksekutif

Rencana strategis tersebut disampaikan langsung oleh CEO Grup Oliver Blume dan CFO Arno Antlitz kepada sekitar 120 eksekutif puncak perusahaan dalam sebuah pertemuan internal pada pertengahan Januari lalu. Dalam pembahasan yang intens, berbagai opsi diajukan untuk mencapai target penghematan yang signifikan, termasuk kemungkinan penutupan beberapa fasilitas produksi. Hingga saat ini, perusahaan belum mengeluarkan pernyataan resmi lebih lanjut mengenai detail lokasi pabrik yang akan terdampak.

Langkah drastis ini tidak datang tiba-tiba. Analisis internal menunjukkan bahwa grup memerlukan penyesuaian struktural yang mendalam untuk menjaga daya saing dan kesehatan keuangan jangka panjang.

"Kami perlu menurunkan titik impas," tegas Blume, menekankan urgensi dari program efisiensi ini.

Target Ambisius dan Tekanan dari Pihak Eksternal

Target pengurangan biaya sebesar 20 persen, yang disebut Blume sebagai sebuah ambisi, akan diterapkan secara menyeluruh di semua merek di bawah naungan grup dan mencakup semua jenis pengeluaran. Secara nilai, upaya ini diperkirakan setara dengan sekitar 60 miliar poundsterling. Dorongan untuk bertindak cepat semakin kuat setelah lembaga pemeringkat kredit S&P Global Ratings mengubah prospek Volkswagen menjadi "negatif" tepat sebelum periode Natal tahun lalu. Keputusan S&P didasarkan pada kekhawatiran bahwa perusahaan mungkin kesulitan memenuhi metrik keuangan kunci yang mendukung peringkat kreditnya.

Merespons tekanan likuiditas, CFO Arno Antlitz telah mengambil langkah-langkah antisipatif dengan menghimpun dana segar senilai 6 miliar poundsterling, sebagian di antaranya berasal dari penjualan portofolio piutang.

Program Efisiensi untuk Merek Inti Volkswagen

Sebelum rencana grup diumumkan, Blume bersama kepala merek Volkswagen, Thomas Schäfer, sebenarnya telah lebih dulu meluncurkan program pemangkasan biaya terpisah yang khusus menyasar merek inti VW. Program tersebut awalnya menargetkan perbaikan keuangan sekitar 11 miliar poundsterling pada tahun 2026, dengan tujuan mencapai tingkat pengembalian operasional sebesar 6,5 persen.

Namun, dalam perkembangannya, target waktu tersebut mengalami penundaan dan diundur hingga tahun 2029, mengindikasikan kompleksitas dan besarnya tantangan restrukturisasi yang dihadapi. Rencana efisiensi terbaru untuk seluruh grup tampaknya menjadi upaya yang lebih komprehensif dan terintegrasi untuk memperkuat fondasi keuangan Volkswagen di tengah turbulensi pasar otomotif dunia.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar