Untuk mengawal perayaan Imlek 2026, Polda Metro Jaya tak main-main. Mereka mengerahkan hampir dua ribu personel gabungan. Jumlah pastinya 1.919 orang. Tujuannya jelas: menciptakan rasa aman dan nyaman, agar semua ritual ibadah dan sukacita masyarakat Tionghoa bisa berjalan lancar tanpa gangguan.
Menurut Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, operasi pengamanan ini dirancang dengan dua pendekatan. Ada yang terbuka, ada pula yang tertutup. Namun begitu, semuanya dijalankan dengan prinsip humanis dan mengutamakan pelayanan.
"Pengamanan Perayaan Imlek Tahun 2026 dilaksanakan secara terpadu bersama TNI dan pemerintah daerah. Kami memastikan 165 vihara yang melaksanakan ibadah mendapatkan pengamanan maksimal sehingga masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman,"
Demikian penjelasan Budi kepada awak media pada Senin (16/2/2026) lalu.
Lalu, dari mana saja asal personel sebanyak itu? Rinciannya begini: intinya dari Polda Metro Jaya sendiri menyumbang 155 personel. Kemudian, dari polres jajaran ada tambahan 1.106 orang. Tidak sendiri, kepolisian juga dibackup 225 personel TNI. Lalu ada 217 anggota satpol PP, 123 dari dinas perhubungan, 53 dari dinas kesehatan, dan 40 petugas pemadam kebakaran. Semuanya dikerahkan.
Sinergi semua unsur ini dijalankan dalam sebuah pola terpadu. Mereka akan tersebar tak hanya di tempat ibadah. Kawasan belanja, lokasi wisata, dan titik-titik keramaian lain juga jadi perhatian. Meski demikian, fokus utama memang pada 165 vihara yang tersebar di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Itu titik vitalnya.
Artikel Terkait
Sezairi Sezali Akui Penggemar Indonesia Jadi Jembatan Temukan Jati Diri dan Akar Keluarga di Pekalongan
Perbaikan Jalan Amblas Lenteng Agung Ditargetkan Rampung dalam Tiga Hari
Mendagri Tito Dorong PIKI Berperan Aktif Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045
Polisi Tetapkan Pemilik Wedding Organizer di Jakarta Timur Tersangka Penipuan Rp2,6 Miliar