G-Dragon Buka Suara Soal Kasus Narkoba dan Masa Sulit Sebelum Rilis 'Power'
G-Dragon akhirnya angkat bicara mengenai kasus dugaan narkoba yang sempat menyeret namanya dua tahun lalu. Dalam penampilan eksklusif di program MBC "Sohn Suk-hee's Questions", leader BIGBANG ini mengungkapkan dampak besar kasus tersebut terhadap karier dan kehidupan pribadinya.
Fakta Hasil Pemeriksaan Kasus Narkoba G-Dragon
Kwon Ji-yong, nama asli G-Dragon, mengungkapkan bahwa penyelidikan kasus narkoba terjadi sekitar setahun sebelum ia merilis lagu 'Power'. Meski kasus ini mendapat sorotan publik yang sangat besar, hasil pemeriksaan akhirnya membuktikan bahwa G-Dragon tidak terlibat penggunaan narkoba.
Momen Kritis: Pertimbangan Pensiun Dini dari Industri Musik
Di tengah proses hukum yang dihadapinya, G-Dragon sempat mempertimbangkan untuk mengakhiri kariernya di dunia musik. Ia mengaku tidak yakin apakah saat itu merupakan waktu yang tepat untuk kembali berkarya. Namun, setelah berpikir panjang, ia menyadari tidak ada alasan kuat untuk berhenti sepenuhnya dari industri hiburan.
Perasaan Tidak Berdaya dan Kosong yang Dihadapi
"Tidak ada tempat bagi saya untuk menyampaikan pendapat atau perasaan pribadi saya. Meskipun saya adalah korbannya, situasinya berkembang tanpa kendali dan membuat saya merasa tidak berdaya dan kosong," tutur G-Dragon tentang pengalaman sulitnya menghadapi kasus tersebut.
Comeback Setelah 7 Tahun Vakum dengan Single 'Power'
Tahun lalu menandai momen kembalinya G-Dragon ke industri hiburan setelah tujuh tahun vakum. Single 'Power' yang dirilisnya menjadi representasi dari pengalaman dan proses yang ia lalui selama masa-masa sulit tersebut. Lagu ini menjadi simbol kekuatan dan ketahanannya menghadapi berbagai tantangan.
Tur Dunia 'Ubermensch' dan Jadwal Konser Mendatang
Saati ini, G-Dragon sedang menjalani tur dunia bertajuk 'Ubermensch'. Setelah sukses menggelar konser di Hanoi, Vietnam, ia akan menutup rangkaian tur dengan konser final di Gocheok Sky Dome, Seoul pada tanggal 12-14 Desember mendatang.
Artikel Terkait
Danantara Groundbreaking 6 Proyek Hilirisasi Senilai Rp97 Triliun Awal Februari
Rusia Peringatkan Ketegangan AS-Iran Bak Bom Waktu
Krakatau Osaka Steel Tutup April 2026, Tertekan Banjir Baja Impor Murah China
Inggris Luncurkan Program Akselerator Pendanaan Iklim di Indonesia