MURIANETWORK.COM - PT Krakatau Osaka Steel (KOS), perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel dan Osaka Steel Jepang, akan menghentikan operasi pabriknya di Indonesia pada April mendatang. Keputusan penutupan ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan, dalam rapat dengan Komisi VI DPR, Rabu (4/2/2026). Penyebab utamanya adalah tekanan berat dari membanjirnya baja impor murah dari China, yang membuat produk lokal kalah bersaing akibat struktur biaya produksi yang tinggi.
Tekanan Impor dan Efek Domino Penutupan Pabrik
Lanskap industri baja nasional tengah menghadapi tantangan berat. Akbar Djohan menjelaskan bahwa gempuran produk impor berharga rendah telah membuat sejumlah pabrik dalam negeri tak lagi mampu bertahan. KOS bukanlah korban pertama. Sebelumnya, pabrik Ispatindo di Surabaya juga telah mengambil langkah serupa untuk menghentikan produksinya.
"Dan ini sudah tidak dapat bersaing dengan maraknya impor long product baja murah dari China," ungkapnya.
Strategi China: Dari Ekspor ke Relokasi Pabrik
Menurut analisis yang disampaikan Akbar, tekanan terhadap industri baja lokal tidak lagi hanya berasal dari arus impor barang jadi. Dalam satu dekade terakhir, terjadi pergeseran strategi dimana produsen asing, khususnya China, melakukan relokasi pabrik langsung ke dalam negeri. Pabrik-pabrik ini dibekali dengan teknologi tertentu yang memungkinkan skala produksi besar.
"China bukan lagi hanya mengimpor barangnya tetapi melakukan relokasi pabrik China di Indonesia yang sudah berlangsung 10-12 tahun sebelumnya dengan menggunakan teknologi induction furnace," kata Akbar.
Artikel Terkait
Petugas Damkar Gugur Tersengat Listrik Saat Padamkan Kebakaran di Sumbawa
AS Ultimatum Iran 48 Jam Buka Blokade Selat Hormuz, Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik
Kemenhub Luncurkan Nusantara Hub untuk Pantau Arus Mudik Lebaran 2026 Secara Real-Time
Mantan Pelatih Timnas Indonesia Ingatkan Bulgaria Soal Tantangan Cuaca di FIFA Series 2026