BRIN Hadirkan Peraih Nobel Kimia 2025 untuk Motivasi Peneliti Muda Indonesia

- Kamis, 05 Februari 2026 | 14:00 WIB
BRIN Hadirkan Peraih Nobel Kimia 2025 untuk Motivasi Peneliti Muda Indonesia

MURIANETWORK.COM - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghadirkan sosok inspiratif di dunia sains, Prof. Susumu Kitagawa, peraih Nobel Kimia 2025 asal Jepang, untuk berbagi ilmu dan pengalaman di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) BJ Habibie, Serpong. Kehadiran ilmuwan terkemuka dari Kyoto University ini merupakan bagian dari upaya strategis BRIN untuk membangun ekosistem riset yang kuat dengan menghadirkan figur panutan berkelas dunia, guna memotivasi generasi muda Indonesia menekuni karier di bidang penelitian.

Menghadirkan Role Model untuk Inspirasi Generasi Muda

Dalam kuliah umum internasional bertajuk 'The Usefulness of Useless: Fundamental Curiosity, Enduring Impact', Prof. Kitagawa berbagi perjalanan intelektualnya di hadapan para peneliti dan akademisi. Kepala BRIN, Arif Satria, menegaskan bahwa menghadirkan tokoh sekaliber Kitagawa bukan sekadar acara seremonial, melainkan investasi untuk menumbuhkan mimpi.

“Kita mendatangkan Bapak Susumu Kitagawa ke Indonesia bagian dari upaya kita untuk terus menghadirkan role-role model pada level global. Banyak role-role model yang bisa menjadi sumber inspirasi bagi anak muda dalam rangka untuk berkarir sebagai periset,” tutur Arif dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).

Membangun Ekosistem Riset yang Kolaboratif

Lebih dari sekadar menghadirkan inspirasi, Arif menjelaskan bahwa BRIN secara aktif membangun fondasi yang kokoh bagi pertumbuhan talenta penelitian. Berbagai program seperti Manajemen Talenta Periset, magang, dan insentif riset dirancang untuk memberi ruang dan dukungan nyata. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas ilmiah, menjadi kunci dalam menyiapkan lahan subur bagi bibit-bibit unggul sains Indonesia.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar