Perusahaan asal Hong Kong, AEP Nusantara Holdings Ltd, resmi menguasai hampir seluruh saham PT Pinago Utama Tbk (PNGO) setelah mengakuisisi 98,26 persen kepemilikan emiten tersebut. Langkah korporasi ini menandai perubahan signifikan dalam struktur pengendali perseroan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit itu.
Total saham yang beralih ke tangan pengendali baru mencapai 767.664.900 lembar. Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan pada Selasa (5/5/2026), akuisisi ini dilakukan melalui dua perjanjian jual beli saham yang ditandatangani sehari sebelumnya, yakni pada 4 Mei 2026.
Secara rinci, AEP Nusantara Holdings mengambil alih 75,5 persen saham dari para pemegang saham eksisting. Selain itu, perusahaan Hong Kong tersebut juga mengakuisisi 22,76 persen saham milik Wilson Sutantio, salah satu pemegang saham utama PNGO sebelumnya.
Meski nilai transaksi dalam aksi korporasi ini belum diungkapkan secara resmi oleh manajemen PNGO, perseroan menegaskan bahwa sebelum transaksi berlangsung, AEP Nusantara Holdings tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perusahaan. Ketiadaan keterkaitan ini menjadi catatan penting dalam proses pengalihan kendali perusahaan terbuka.
Sesuai dengan ketentuan regulator pasar modal, pengendali baru yang menguasai lebih dari 80 persen saham diwajibkan untuk melaksanakan penawaran tender wajib kepada pemegang saham publik. Kewajiban ini menjadi langkah lanjutan yang harus dipenuhi oleh AEP Nusantara Holdings dalam waktu dekat.
Di sisi lain, manajemen PNGO memastikan bahwa perubahan pengendali tidak akan berdampak negatif terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. Pernyataan ini diharapkan dapat meredam kekhawatiran investor di tengah transisi kepemilikan.
Sementara itu, reaksi pasar terhadap kabar akuisisi ini justru menunjukkan tekanan. Hingga perdagangan Rabu (6/5/2026), saham PNGO anjlok 5,13 persen ke level Rp3.700 per lembar. Namun, dalam periode satu bulan terakhir, saham emiten ini masih mencatatkan kenaikan sebesar 13,85 persen.
Artikel Terkait
J.P. Morgan Pangkas Proyeksi Harga Minyak Brent Akhir 2026 Jadi USD78 Per Barel
Euro Jatuh ke Titik Terendah Setahun, Dolar AS Menguat di Tengah Ekspektasi Suku Bunga Agresif
Wall Street Menguat Tipis, Pasar Nantikan Laporan Keuangan Micron
Penjualan PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk Tumbuh 8,2 Persen di Kuartal I-2026, Berhasil Balik ke Zona Profit