Badut Balon di Mojokerto Tega Bunuh Ibu Mertua dan Lukai Istri, Pelaku Kabur

- Rabu, 06 Mei 2026 | 16:15 WIB
Badut Balon di Mojokerto Tega Bunuh Ibu Mertua dan Lukai Istri, Pelaku Kabur

Seorang pria berinisial S (40) yang sehari-hari bekerja sebagai badut penjual balon di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, diduga tega menghabisi nyawa ibu mertuanya dan melukai istrinya sendiri. Peristiwa berdarah itu terungkap setelah warga sekitar melihat pelaku berjalan terburu-buru dengan tangan berlumuran darah, meninggalkan rumah kontrakannya pada Rabu pagi, 6 Mei 2026.

Ketua RT setempat, Suroto, menjadi saksi pertama yang mencurigai gerak-gerik pelaku. Saat itu, sekitar pukul 08.30 WIB, ia tengah memperbaiki salon di dekat rumah Yuni (35), istri pelaku. Dari tempatnya bekerja, Suroto melihat Satuan berjalan kaki dengan tergesa-gesa meninggalkan rumah kontrakan. Kecurigaan semakin kuat ketika ia melihat tangan pelaku berlumuran darah.

“Saya betulin salon depan rumah ini, pelaku lewat ketemu tetangga yang sedang bersih-bersih rumput, tangannya ada darahnya. Ketika ditanya, katanya kena kaca. Begitu saya dengar tangannya ada darah, saya curiga terjadi sesuatu di rumahnya,” ujar Suroto kepada wartawan di lokasi kejadian.

Setelah pelaku pergi, Suroto bersama warga lainnya segera memeriksa rumah kontrakan tersebut. Di dalam, mereka menemukan Siti ibu mertua pelaku dan Yuni dalam kondisi bersimbah darah. Siti diketahui telah meninggal dunia, sementara Yuni masih dalam keadaan hidup meski mengalami luka serius. Keduanya kemudian dievakuasi dan dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Keseharian pelaku, yang dikenal sebagai badut keliling penjual balon dan mainan anak-anak, tidak pernah menunjukkan tanda-tanda kekerasan. Yuni, sang istri, bekerja di sebuah perusahaan sablon di Kecamatan Sooko, Mojokerto. Pasangan ini baru menempati rumah kontrakan tersebut selama sekitar delapan bulan terakhir. Sementara itu, Siti merupakan ibu dari tiga anak yang bekerja sebagai pencuci karung plastik.

Suroto memastikan bahwa pelaku melarikan diri dengan berjalan kaki, karena pasangan suami istri itu tidak memiliki kendaraan bermotor. Sebelum kabur, pelaku sempat mengunci pintu depan dari luar, lalu melemparkan kunci ke dalam rumah melalui lubang angin-angin. Tindakan itu diduga dilakukan agar tidak ada yang bisa segera masuk dan menemukan korban.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, membenarkan bahwa pelaku merupakan menantu dari korban Siti dan suami dari Yuni. Ia menegaskan bahwa pelaku langsung melarikan diri setelah melakukan aksi pembunuhan dan penganiayaan tersebut.

“Saat ini, pelaku masih dalam pengejaran oleh tim kami,” tandas Aldhino.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga bersembunyi di sekitar wilayah Mojokerto dan sekitarnya. Motif di balik aksi kekerasan ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar