Wamendagri Dorong Sinergi Pusat-Daerah Hadapi Tantangan Global Perkuat Daya Saing Nasional

- Rabu, 06 Mei 2026 | 17:00 WIB
Wamendagri Dorong Sinergi Pusat-Daerah Hadapi Tantangan Global Perkuat Daya Saing Nasional

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan global sekaligus memperkuat daya saing nasional. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, menegaskan bahwa kolaborasi tersebut sangat diperlukan untuk mengakselerasi berbagai program prioritas pembangunan. Pernyataan ini disampaikan dalam Forum Orkestrasi Pembangunan Negeri yang digelar di Hotel Platinum Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Selasa (5/5).

Forum yang mengusung tema ‘Sinergi Daerah dalam Menjawab Tantangan dengan Fokus pada Percepatan Penurunan Pengangguran, Kemiskinan, dan Stunting, Pengendalian Inflasi, serta Penguatan Skema Pembiayaan Kreatif’ ini menjadi ajang bagi para pemimpin daerah untuk merumuskan langkah strategis. Dalam paparannya, Bima menyoroti kompleksitas tantangan yang kini dihadapi kepala daerah. Persoalan tersebut tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika global dan arah kebijakan nasional.

Menurut Bima, tekanan global seperti fluktuasi harga energi dan inflasi, dinamika kebijakan nasional dengan berbagai program prioritas, serta tuntutan di tingkat lokal dalam memenuhi janji politik dan pelayanan dasar masyarakat menjadi tantangan yang saling terkait. Kondisi ini, lanjutnya, menuntut kepala daerah memiliki kapasitas adaptif sekaligus kemampuan eksekusi yang kuat.

“Saat ini sebagai orang yang pernah mengalami masa-masa yang tidak mudah memimpin daerah, saya sangat memahami suasana kebatinan betapa tidak mudahnya jadi kepala daerah, bupati, wali kota atau gubernur,” ujar Bima dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).

Lebih lanjut, Bima menekankan pentingnya penerapan konsep statecraft dalam tata kelola pemerintahan. Konsep ini mencakup kemampuan pemimpin untuk berpikir strategis, terampil dalam implementasi, serta memiliki integritas yang dapat dipercaya. “Cara baru mengelola negara yang memerlukan para pemimpin yang andal, terampil, dan cerdas,” tegasnya.

Di sisi lain, Bima mendorong penguatan kolaborasi sektoral yang lebih fleksibel, terutama dalam pengendalian inflasi, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta optimalisasi pembiayaan pembangunan melalui skema kreatif. Ia berharap forum ini mampu menghasilkan langkah konkret yang dapat segera diimplementasikan. Dengan demikian, sinergi pusat dan daerah tidak berhenti pada koordinasi formal, tetapi berdampak nyata bagi masyarakat.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar