Antrean panjang kendaraan bermesin solar kembali menghiasi Jalan Daeng Tata, Makassar, pada Selasa (23/6/2026), menciptakan kemacetan yang meluas hingga ke ruas-ruas jalan di sekitarnya. Truk-truk besar, mobil jip, dan minibus terlihat mengular dari dua arah berlawanan, menanti giliran untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) setempat.
Pemandangan itu bukanlah hal baru. Setiap hari, terutama sejak sore hingga larut malam, belasan kendaraan berbaris hingga ke tepi jalan raya. Kemacetan yang ditimbulkan tidak hanya menyumbat persimpangan antara Jalan Daeng Tata Raya dan Jalan Daeng Tata III, tetapi juga merembet hingga ke Jalan Raya Malengkeri, tepat di depan kampus UNM Parang Tambung.
Dominasi antrean tersebut berasal dari kendaraan niaga, seperti truk enam roda pengangkut material tambang galian C dan bus. Namun, tak sedikit pula mobil pribadi jenis Innova dan Fortuner yang turut mengantre. Keberadaan kendaraan-kendaraan besar ini juga menghalangi akses warga yang hendak memasuki perumahan di sekitar lokasi, termasuk Perumahan Arthalia yang berada tepat di samping SPBU serta sejumlah perumahan lain di Jalan Daeng Tata IV.
Dampaknya pun dirasakan oleh pelaku usaha di sekitar SPBU. Beberapa gerai martabak, warung sari laut, dan ayam goreng di bilangan Jalan Daeng Tata nyaris tertutup oleh badan truk yang mengantre, sehingga mengurangi visibilitas dan akses pelanggan.
“Harus bagaimana lagi, dengan terpaksa kami harus memahami dampak kemacetan akibat antrean solar di SPBU. Semoga kelangkaan atau pembatasan solar ini lekas dituntaskan pemerintah,” ujar Baso, seorang warga Daeng Tata IV, kepada awak media.
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengakui adanya peningkatan aktivitas pembelian Biosolar subsidi di sejumlah SPBU di wilayah Makassar dan Maros, terutama yang berada di jalur Trans Sulawesi. Kondisi itu, menurut pihak Pertamina, sempat memicu antrean kendaraan pada jam-jam tertentu.
Antrean panjang di sekitar SPBU tidak hanya menyulitkan warga, tetapi juga mengganggu arus lalu lintas di jalur yang menjadi lintasan utama kendaraan logistik dan angkutan barang. Oleh karena itu, pengawasan di lapangan dinilai menjadi kunci untuk menjaga kelancaran distribusi energi bersubsidi.
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina turut melibatkan patroli dan pengawasan dari Polda Sulawesi Selatan di sejumlah SPBU yang menjadi jalur prioritas penyaluran Biosolar subsidi di ruas Makassar-Maros. Langkah ini diharapkan dapat mengurai kepadatan serta memastikan BBM bersubsidi tepat sasaran.
Artikel Terkait
Anggota DRI Kecam Penyekapan dan Penganiayaan Sadis Perempuan di Bandung Selama Tiga Tahun
PBNU Siapkan Ekosistem Inovasi Digital untuk Santri dan Kader Menuju NIAS 2026
Nadiem Makarim Ajukan Pembelaan Terakhir di Sidang Korupsi Pengadaan Chromebook, Sebut Tuntutan 18 Tahun Penjara Lebih Berat dari Hukuman Teroris
Pemkab Bone Usulkan 138 Formasi CPNS 2026, Fokus pada Guru dan Tenaga Kesehatan