Mantan Dubes Suryopratomo: Ekosistem Sepak Bola Kunci Indonesia ke Piala Dunia

- Rabu, 24 Juni 2026 | 18:30 WIB
Mantan Dubes Suryopratomo: Ekosistem Sepak Bola Kunci Indonesia ke Piala Dunia

Di balik euforia Piala Dunia 2026 yang untuk pertama kalinya diikuti 48 negara, ada secuil kekecewaan yang mengendap di benak masyarakat Indonesia. Tim nasional sempat begitu dekat dengan putaran final, tetapi akhirnya gagal melewati putaran keempat kualifikasi zona Asia. Momentum inilah yang coba ditangkap oleh mantan duta besar Indonesia untuk Singapura sekaligus wartawan olahraga senior, Suryopratomo, untuk mengajak semua pihak bersatu membangun sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik.

Menurut pria yang akrab disapa Tommy itu, kunci utama untuk memastikan sepak bola Indonesia berada di jalur yang tepat adalah ekosistem yang benar. Ia meyakini, dengan ekosistem yang tepat, Indonesia bisa menjadi salah satu kekuatan sepak bola terbesar di dunia. "Belajar dari pengalaman negara-negara seperti Korea Selatan dan Jepang, peta jalan itu harus disusun betul secara detail dengan membangun sebuah ekosistem yang benar," ujarnya dalam Forum Diskusi Denpasar bertema "Piala Dunia Dan Masa Depan Sepakbola Indonesia", Rabu (24/6) siang.

Ekosistem yang dimaksud Tommy mencakup seluruh infrastruktur pendukung untuk mencetak pemain. Mulai dari lapangan, stadion, pelatih, wasit, penonton, hingga para pemangku kepentingan di negara ini. Semua aspek itu, menurutnya, harus saling melengkapi dan berjalan beriringan. "Dengan infrastruktur yang melengkapi kebutuhan pembangunan pemain-pemain yang akan menjadi andalan kita mulai dari soal lapangan, soal stadion, soal pelatih, soal wasit, soal penonton, soal pimpinan nasional, dan yang terakhir adalah sejauh mana kita bisa konsisten melaksanakan peta jalan itu," paparnya.

Ia menekankan bahwa tidak boleh ada satu pihak pun yang tertinggal dalam upaya mencapai mimpi besar ini. Sepak bola Indonesia tidak akan berkembang jika salah satu aspek dalam ekosistem itu tidak berjalan dengan baik. "Tidak bisa satu pihak tertinggal dalam upaya mencapai mimpi besar ini. Mudah-mudahan ada komitmen yang utuh dari semua pihak dan ada kesabaran dari kita semua untuk bisa melihat Indonesia membangun sebuah tim sepak bola yang bisa kita banggakan," tutup Tommy.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar