Pemerintah Buka Suara Publik Pilih Logo HUT ke-81 RI, Lima Finalis Siap Bersaing

- Rabu, 24 Juni 2026 | 18:35 WIB
Pemerintah Buka Suara Publik Pilih Logo HUT ke-81 RI, Lima Finalis Siap Bersaing

Pemerintah telah menetapkan lima calon logo terbaik untuk peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Masyarakat kini diajak untuk menentukan mana yang akan menjadi identitas visual resmi perayaan tahun depan melalui sebuah jajak pendapat daring.

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro mengungkapkan bahwa peringatan HUT ke-81 RI mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Tema besar ini akan menjadi satu kesatuan dengan logo yang nantinya terpilih. "Kami ingin menyampaikan bahwa untuk peringatan HUT RI ke-81 juga sudah dipilih atau sudah ditetapkan tema peringatan HUT RI. Yakni tema peringatan HUT RI ke-81 adalah 'Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur'," kata Juri kepada wartawan di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Partisipasi publik dibuka melalui situs resmi yang telah disediakan. Jajak pendapat berlangsung selama lima hari, mulai 24 hingga 28 Juni 2026. Setiap warga dapat memberikan suaranya untuk menentukan logo favorit.

Kelima logo yang menjadi finalis merupakan hasil kurasi panjang. Masing-masing memiliki filosofi yang unik, dirancang oleh kreator dari berbagai daerah di Indonesia.

Lima Finalis dan Filosofinya

David Wirawan (Surakarta) "8 Harapan 1 Tujuan"Dirancang oleh Studio Visual Nusantara, logo ini mengangkat delapan elemen filosofis utama. Di antaranya adalah Tangguh yang dilambangkan badan angka 8 yang kaku, Ekosistem kenegaraan yang terlindungi, Progres yang menyerupai anak tangga, serta Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Elemen lainnya meliputi Kesatuan yang diwakili kepala Garuda pada angka 1, Patriotisme yang disimbolkan dengan bambu runcing, Kemajuan yang digambarkan melalui arah gerak menyerong ke kanan atas, dan Vitalitas dari karakter lengkung yang dinamis.

Fajar Novario (Padang) "Kolektif, Sinergi, Bertumbuh"Karya dari Karsa Visual Merdeka ini berangkat dari prinsip kedaulatan rakyat. Perancang meyakini rakyat adalah pondasi utama mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Konsep ini lahir dari refleksi atas keberagaman budaya dan bahasa yang mampu bersatu. Melalui eksplorasi berbagai bentuk dan pola budaya Nusantara, ditemukan kesamaan visual yang kemudian diangkat sebagai simbol pemersatu dalam sebuah sistem visual.

Kanda Putra (Denpasar) "Kemanusiaan yang Terhubung"Dirancang oleh Kolektif Kreatif Bangsa, logo ini terinspirasi dari nilai kemanusiaan dalam Sila ke-2 Pancasila. Struktur angka 8 dimaknai sebagai hubungan antarmanusia yang setara dan saling menguatkan. Konsep ini merangkum nilai-nilai Asta Cita ke dalam enam aspek keterhubungan Indonesia: Kebangsaan, Wawasan, Masyarakat, Ruang Hidup, Kebersamaan, dan Budaya.

Rizkiawan (Malang) "Berdaya, Setara, Sinergi Bersama"Karya dari Citra Desain Indonesia ini membangun angka 81 dari tiga garis utama. Garis pertama merepresentasikan daya untuk menghadapi perubahan melalui kurva lentur yang terinspirasi dari rotan. Garis kedua mencerminkan sinergi melalui prinsip anyaman yang menghubungkan setiap elemen. Garis ketiga melambangkan kedaulatan dan kesetaraan hak bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tiffany Djohan (Batam) "Demokrasi & Kemandirian"Dirancang oleh Sanggar Seni Garuda, logo ini mengandung lima elemen filosofis. Jembatan Keberlanjutan menghubungkan kedua angka sebagai simbol kesinambungan pembangunan. Balon Percakapan melambangkan keterbukaan dan kebebasan berpendapat. Padi dan Kapas diadaptasi dari Sila ke-5 Pancasila. Pilar Kemandirian direpresentasikan oleh struktur angka 1 yang kokoh, sementara Bendera Pergerakan tampak pada ruang negatif yang melambangkan dinamika menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar