Libur sekolah baru berjalan lima hari, namun lonjakan mobilitas masyarakat melalui jalur kereta api sudah terasa signifikan di wilayah Jakarta. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta mencatat sebanyak 171.541 penumpang kereta api jarak jauh tiba di stasiun-stasiun bawahannya selama periode 20 hingga 24 Juni 2026. Angka itu setara dengan rata-rata 34.308 penumpang per hari, menandakan gelombang perjalanan yang padat di awal masa liburan.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai aspek operasional untuk mengantisipasi peningkatan volume penumpang yang berlangsung hingga 5 Juli 2026. Kesiapan itu mencakup sarana, prasarana, pelayanan, dan sumber daya manusia.
"Selain keberangkatan, volume kedatangan pelanggan di wilayah Daop 1 Jakarta juga cukup tinggi pada awal masa libur sekolah. KAI Daop 1 Jakarta terus memastikan kesiapan layanan agar perjalanan pelanggan berjalan aman, nyaman, dan lancar," ujar Franoto kepada wartawan, Rabu (24/6/2026).
Data harian menunjukkan fluktuasi jumlah kedatangan yang cukup dinamis. Pada 20 Juni 2026, tercatat 33.559 penumpang tiba. Angka itu melonjak menjadi 37.508 orang pada 21 Juni, lalu mencapai puncak sementara pada 22 Juni dengan 38.347 orang. Memasuki pekan kedua, jumlahnya sedikit melandai menjadi 32.426 orang pada 23 Juni dan 29.701 orang pada 24 Juni.
Tingginya angka kedatangan berbanding lurus dengan volume keberangkatan dari wilayah Daop 1 Jakarta. Pada periode yang sama, total penumpang yang berangkat tercatat sebanyak 152.056 orang. Rinciannya, 32.907 orang berangkat pada 20 Juni, disusul 34.023 orang pada 21 Juni, 30.133 orang pada 22 Juni, 28.364 orang pada 23 Juni, dan 26.629 orang pada 24 Juni.
Untuk mengakomodasi lonjakan ini, KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan 69 perjalanan kereta api jarak jauh reguler setiap hari. Rinciannya, 35 kereta diberangkatkan dari Stasiun Gambir dan 34 kereta dari Stasiun Pasar Senen. Selain itu, terdapat delapan kereta api tambahan yang semuanya berangkat dari Stasiun Gambir.
Delapan kereta tambahan tersebut meliputi dua perjalanan KA Purwojaya relasi Gambir–Purwokerto, satu perjalanan KA Batavia relasi Gambir–Solo Balapan, satu perjalanan KA Argo Parahyangan relasi Gambir–Bandung, dua perjalanan KA Tambahan relasi Gambir–Yogyakarta, satu perjalanan KA Cirebon Fakultatif relasi Gambir–Cirebon, serta satu perjalanan KA Argo Anjasmoro relasi Gambir–Surabaya Pasarturi.
Franoto merinci, total kapasitas tempat duduk yang disediakan untuk periode 20 Juni hingga 5 Juli 2026 mencapai 629.649 kursi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 363.585 tiket telah terjual atau dipesan, sehingga tingkat keterisian tempat duduk tercatat sekitar 58 persen.
Jika diurai berdasarkan kelas, kapasitas kelas eksekutif mencapai 303.530 tempat duduk dengan tiket terjual sebanyak 119.181 lembar. Untuk kelas ekonomi komersial, kapasitas yang disediakan sebanyak 269.456 kursi dan tiket terjual mencapai 183.662 lembar. Sementara itu, kelas ekonomi PSO atau subsidi pemerintah memiliki kapasitas 56.663 tempat duduk, namun tiket yang terjual justru sedikit lebih tinggi, yakni 57.648 tiket.
Pada Rabu, 24 Juni 2026, volume penumpang di sejumlah stasiun utama juga tercatat padat. Stasiun Pasar Senen menjadi yang tersibuk dengan 11.039 penumpang berangkat dan 11.403 penumpang tiba. Stasiun Gambir mencatat 8.132 penumpang berangkat dan 8.177 penumpang tiba. Sementara itu, Stasiun Jatinegara mencatat 1.640 penumpang berangkat dan 3.489 penumpang tiba, dan Stasiun Bekasi juga mencatatkan angka kedatangan yang signifikan.
Artikel Terkait
KPK Kembalikan Rp153,6 Miliar ke Taspen, Total Pemulihan Aset Korupsi Investasi Fiktif Tembus Rp1 Triliun
Polisi Malaysia Selidiki Anggotanya yang Diduga Hina Warga China ‘Bau’ di Video Viral
Insinyur Chip Kini Jadi Primadona Baru di Pasar Kerja dan Perjodohan Korea Selatan
Pemerintah Belum Pastikan Lokasi Upacara HUT ke-81 RI di Jakarta dan IKN