Marc Marquez secara resmi memperpanjang kontraknya bersama tim pabrikan Ducati Lenovo hingga akhir musim 2028. Keputusan ini mengakhiri spekulasi panjang mengenai masa depan pembalap asal Spanyol berusia 33 tahun tersebut di ajang MotoGP.
Kesepakatan Baru untuk Era 850cc
Perpanjangan kontrak berdurasi dua tahun ini memastikan Marc Marquez akan menjadi ujung tombak Ducati dalam menghadapi era regulasi teknis baru. Mulai musim 2027, MotoGP akan menggunakan mesin berkapasitas 850cc dan ban Pirelli, menggantikan spesifikasi sebelumnya.
"Saya berwarna merah. Saya benar-benar bahagia dengan kesepakatan baru dengan Tim Ducati Lenovo ini dan untuk terus menjadi bagian dari keluarga ini," kata Marc Marquez dikutip dari laman resmi MotoGP.
Kesepakatan kontrak baru ini sejatinya telah disetujui beberapa bulan lalu. Pengumuman resminya sempat tertunda untuk menunggu rampungnya kontrak komersial antara MSMA dan MotoGP di Brno, Republik Ceko.
Di tim pabrikan asal Italia tersebut, Marquez dijadwalkan akan mendapatkan rekan satu tim yang baru. Pembalap muda berbakat Pedro Acosta diproyeksikan akan menempati garasi yang sama dengan The Baby Alien mulai musim depan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Ducati dalam membangun regenerasi.
Perjalanan Panjang dari Honda ke Ducati
Perjalanan karier Marquez bersama Ducati dimulai pada 2024 saat ia bergabung dengan tim satelit Gresini Racing. Keputusan ini merupakan langkah berani setelah ia hengkang dari Repsol Honda, tim yang membawanya meraih enam gelar juara dunia namun sempat mengalami paceklik kemenangan selama lebih dari 1.000 hari.
Performanya yang impresif bersama Gresini langsung meyakinkan manajemen Ducati untuk mempromosikannya ke tim pabrikan pada musim 2025. Langkah promosi ini terbukti tepat setelah Marquez berhasil menyamai rekor legendario Valentino Rossi dengan meraih tujuh gelar juara kelas utama.
Namun, perjalanan Marquez tidak sepenuhnya mulus. Ia sempat diterpa ketidakpastian mengenai kondisi kebugaran fisik akibat cedera bahu yang dialaminya di Sirkuit Mandalika, Indonesia, pada akhir musim 2025. Proses pemulihan saraf radial di tangannya menjadi perhatian utama tim medis Ducati.
"Marc Marquez telah membuktikan bahwa ia masih menjadi salah satu pembalap tercepat di grid," kata manajemen Ducati dalam pernyataan resminya dikutip dari laman MotoGP. "Kami percaya bahwa dengan pengalaman dan dedikasinya, ia akan memimpin Ducati meraih kesuksesan di era baru."
Spekulasi mengenai durasi kontrak Marquez sempat mencuat selama musim dingin. Sang pembalap sempat ragu apakah akan mengambil kontrak satu atau dua tahun karena proses pemulihan cederanya. Namun, keraguan tersebut sirna setelah ia menjalani operasi lanjutan dan sukses meraih kemenangan ganda di GP Hungaria serta kemenangan terbaru di GP Brno.
Berkat kemenangan di Brno tersebut, posisi Marquez kini melesat di papan klasemen. Ia hanya terpaut 40 poin dari pemegang posisi puncak menjelang balapan di Sirkuit Assen, Belanda, akhir pekan ini. Momentum positif ini juga diperkuat setelah ia menyelesaikan uji coba perdana motor Ducati 850cc dengan ban Pirelli pada tes resmi di Brno.
Target Memecahkan Rekor Sejarah MotoGP
Dengan kontrak yang berjalan hingga musim 2028 saat dirinya menginjak usia 35 tahun, Marquez berada di jalur yang tepat untuk memecahkan rekor sejarah MotoGP. Pembalap bernomor motor 93 itu hanya membutuhkan satu gelar juara dunia lagi untuk menyamai rekor delapan gelar kelas utama milik Giacomo Agostini.
Selain itu, Marquez juga terpaut 14 kemenangan dari rekor 89 kemenangan kelas utama yang dipegang oleh Valentino Rossi. Jika performanya terus konsisten bersama Ducati, bukan tidak mungkin rekor tersebut akan jatuh dalam beberapa musim ke depan.
Keputusan Ducati mempertahankan Marquez merupakan investasi jangka panjang. Tim pabrikan asal Italia ini ingin memastikan bahwa transisi ke era 850cc berjalan mulus dengan pembalap berpengalaman sekaliber Marquez. Kombinasinya dengan Pedro Acosta akan menjadi perpaduan ideal antara pengalaman dan bakat muda.
Marc Marquez kini memasuki babak baru dalam kariernya. Dari keputusan berani meninggalkan Honda hingga sukses besar bersama Ducati, perjalanannya menjadi salah satu narasi paling menarik di dunia balap motor. Kini, dengan kontrak hingga 2028, target rekor demi rekor menanti untuk dipecahkan.
Artikel Terkait
Ronaldo Cetak Sejarah: Gol di Enam Edisi Piala Dunia Berbeda
Produksi Padi Merauke Melonjak 66 Persen Berkat Program Optimalisasi Lahan dan Cetak Sawah Rakyat
Kejari Rohil Tahan Dua Pejabat Disdikbud Tersangka Korupsi TPP Guru PPPK Rp1,47 Miliar
Anggota DRI Kecam Penyekapan dan Penganiayaan Sadis Perempuan di Bandung Selama Tiga Tahun