Iran Minta Jaminan FIFA Soal Status IRGC demi Bisa Tampil di Piala Dunia 2026

- Rabu, 06 Mei 2026 | 17:00 WIB
Iran Minta Jaminan FIFA Soal Status IRGC demi Bisa Tampil di Piala Dunia 2026

Ketidakpastian masih menyelimuti partisipasi Iran di Piala Dunia 2026 menyusul meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel. Kepala Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, menegaskan bahwa tuan rumah turnamen tersebut adalah FIFA, bukan pemerintahan Donald Trump atau Amerika, seraya menuntut penghormatan terhadap Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) jika timnas Negeri Para Mullah hendak bertanding di Amerika Serikat pada musim panas ini.

Pernyataan itu muncul setelah Taj dan delegasi Iran membatalkan perjalanan ke Kongres FIFA di Vancouver, Kanada, pekan lalu. Mereka memutuskan berbalik arah dari perbatasan setelah merasa diperlakukan tidak hormat oleh petugas imigrasi. Meskipun Taj mengklaim keputusan itu merupakan pilihan pribadi, Menteri Imigrasi Kanada mengonfirmasi kepada parlemen bahwa visa presiden FFIRI telah dibatalkan saat ia masih dalam penerbangan karena keterkaitannya dengan IRGC.

IRGC dibentuk untuk membela sistem Islam Iran dan kini telah menjadi kekuatan militer, politik, dan ekonomi yang dominan di negara tersebut. Namun, organisasi ini masuk dalam daftar teroris di Kanada dan Amerika Serikat. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai perlakuan terhadap pejabat Iran jika mereka harus menginjakkan kaki di AS untuk Piala Dunia.

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, telah mengirimkan surat yang menyatakan penyesalan atas “ketidaknyamanan dan kekecewaan” yang dialami delegasi Iran. Ia juga mengundang FFIRI ke Zurich untuk pertemuan lanjutan mengenai persiapan Piala Dunia pada 20 Mei mendatang. Namun, Taj menegaskan bahwa ia tidak akan begitu saja melupakan insiden tersebut.

Dalam wawancara dengan penyiar negara Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) pada Selasa lalu, Taj menyatakan akan meminta jaminan tertulis dari badan pengatur sepak bola dunia itu. “Kami membutuhkan jaminan di sana, untuk perjalanan kami, bahwa mereka tidak berhak menghina simbol-simbol sistem kami – terutama IRGC,” ujar Taj.

“Ini adalah sesuatu yang harus mereka perhatikan dengan serius. Jika ada jaminan seperti itu dan tanggung jawabnya jelas dipikul, maka insiden seperti yang terjadi di Kanada tidak akan terjadi lagi,” tegasnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar