Lebih dari 3.700 siswa dan guru dari 833 sekolah di Jakarta resmi dilantik sebagai duta anti narkoba dalam sebuah program yang digagas Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI). Inisiatif yang diberi nama Sobat Ananda Bersinar ini dirancang untuk memperkuat peran generasi muda dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.
Kepala BNNP DKI Jakarta, Brigjen Pol. Awang Joko Rumitro, mengungkapkan bahwa program ini mengajak setiap sekolah di ibu kota untuk mengirimkan empat perwakilan yang siap menjadi pelopor gerakan anti narkoba. Total peserta yang dilantik mencapai 3.717 orang, terdiri dari 2.899 siswa dan 818 guru.
“Para peserta yang dilantik ini disebut sebagai pionir Sobat Ananda Bersinar. Mereka diharapkan menjadi pelopor gerakan anti narkoba di lingkungan sekolah,” ujar Awang dalam keterangan yang disiarkan melalui kanal resmi BNN, Rabu (6/5/2026).
Pembentukan komunitas ini, menurut Awang, didasari oleh temuan data yang mengkhawatirkan. Hasil deteksi tes urin pada tahun 2025 terhadap 19.381 orang menunjukkan bahwa ratusan siswa terdeteksi positif menggunakan narkoba. Selain itu, sejumlah pelajar juga tercatat pernah mengonsumsi dan menyalahgunakan alkohol, rokok elektrik, serta rokok konvensional, yang menjadi sinyal bahaya bagi pemerintah.
Menghadapi persoalan tersebut, BNN mengadopsi konsep peer educator atau pendidikan sebaya dalam program Sobat Ananda Bersinar. Awang menilai bahwa para siswa cenderung lebih mudah menerima nasihat dari teman sebayanya. Oleh karena itu, para duta ini diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang efektif dalam upaya pencegahan narkoba, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
Sementara itu, Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremoni. Ia berharap Sobat Ananda Bersinar dapat menjadi kekuatan strategis dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 yang terbebas dari narkoba.
“Program ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan aksi nyata dalam menjaga masa depan generasi emas Indonesia agar bersih dari penggunaan narkoba,” kata Suyudi.
Menurut Suyudi, pendekatan hukum yang represif selama ini dinilai belum cukup untuk menyelesaikan masalah narkotika secara tuntas. Pemerintah, lanjutnya, perlu mengadopsi pendekatan humanis melalui pendidikan dan pembinaan karakter sejak dini, yang salah satu wujudnya adalah program Sobat Ananda Bersinar.
“Kita perlu menggunakan pendekatan humanis yang tentunya sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk menempatkan permasalahan narkoba sebagai agenda utama dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter,” ujarnya.
Suyudi juga menekankan bahwa peran guru tidak kalah penting dalam mengawasi lingkungan sekolah. Ia mengingatkan bahwa pemerintah tidak dapat bergerak sendiri dalam upaya pencegahan dan penanggulangan narkoba, sehingga dukungan dari seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, BNN RI bersama BNNP DKI Jakarta dan satuan pendidikan turut menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Penandatanganan ini menjadi komitmen bersama untuk memperkuat peran generasi muda dan lingkungan sekolah dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba.
Artikel Terkait
Densus 88 Tangkap Delapan Terduga Teroris JAD di Poso dan Parigi Moutong
Pemerintah Siapkan Insentif untuk 100 Ribu Unit Motor dan Mobil Listrik
Keributan Oknum TNI dengan Pemilik Warung di Kemayoran Berakhir Damai, Tanpa Tuntutan Ganti Rugi
RW Kumuh di Jakarta Turun 52,58 Persen dalam Sembilan Tahun, Jadi 211 RW pada 2026