Keributan Oknum TNI dengan Pemilik Warung di Kemayoran Berakhir Damai, Tanpa Tuntutan Ganti Rugi

- Rabu, 06 Mei 2026 | 18:25 WIB
Keributan Oknum TNI dengan Pemilik Warung di Kemayoran Berakhir Damai, Tanpa Tuntutan Ganti Rugi

Keributan yang melibatkan seorang anggota TNI dan berujung pada perusakan sebuah warung di kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, akhirnya berakhir damai setelah kedua belah pihak saling memaafkan. Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat memastikan bahwa tidak ada tuntutan ganti rugi atas insiden yang sempat viral di media sosial tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, membenarkan bahwa kasus tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. “Iya benar,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Rabu (6/5/2026).

Kasi Humas Polres Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menambahkan bahwa kedua belah pihak sepakat untuk tidak saling menuntut. “Nggak ada tuntutan ganti rugi, hanya masing-masing tidak saling menuntut dan saling memaafkan serta tidak mengulangi perbuatannya,” katanya.

Peristiwa ini bermula dari cekcok antara penjaga warung dan seorang pria pembeli yang mengenakan baju hitam serta helm putih. Dalam video yang beredar pada Selasa (5/5), terlihat adu mulut itu berubah menjadi pemukulan. Pria pembeli tersebut terlebih dahulu menyerang wanita penjaga warung, lalu pria penjaga warung mencoba melindunginya dengan memberikan perlawanan.

Namun, pria pembeli itu kemudian memukul pria penjaga warung dan merusak etalase menggunakan tabung gas melon. Lemari pendingin es krim pun ikut dihancurkan. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera melerai keributan dan membawa pria yang mengaku sebagai oknum anggota TNI itu keluar dari warung.

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen Donny Pramono, membenarkan bahwa prajurit TNI AD bernama Sertu AW terlibat dalam insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa pemicu keributan adalah kesalahpahaman saat proses transaksi belanja. “Perlu kami jelaskan bahwa kejadian tersebut bermula dari kesalahpahaman saat transaksi di warung, yang kemudian berkembang menjadi cekcok,” ujar Donny dalam keterangannya pada Selasa (5/5).

Menurut Donny, dalam peristiwa itu justru Sertu AW yang mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung. Saat ini prajurit tersebut sedang menjalani perawatan medis di RS Hermina Kemayoran. Adapun kerusakan warung yang terjadi setelahnya, kata Donny, merupakan bagian dari rangkaian kejadian yang situasinya sudah memanas.

Donny memastikan bahwa seluruh peristiwa telah ditangani oleh Polres Jakarta Pusat dan sedang didalami oleh pihak terkait untuk memperoleh fakta secara utuh. “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang beredar di media sosial yang belum tentu menggambarkan kejadian secara lengkap,” jelasnya.

“TNI AD memastikan bahwa setiap prajurit yang terlibat akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku apabila terbukti melakukan pelanggaran,” imbuh Donny.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar