Darya-Varia Targetkan Pendapatan Tumbuh 7-9 Persen pada 2026, Didorong Segmen Consumer Health

- Minggu, 21 Juni 2026 | 14:15 WIB
Darya-Varia Targetkan Pendapatan Tumbuh 7-9 Persen pada 2026, Didorong Segmen Consumer Health

PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) membidik pertumbuhan pendapatan pada kisaran tujuh hingga sembilan persen pada 2026, setelah berhasil mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun lalu. Perusahaan farmasi dan produk kesehatan konsumen ini optimistis dapat melanjutkan momentum ekspansi berkat fondasi bisnis yang telah diperkuat dalam lima dekade terakhir.

Sepanjang 2025, Darya-Varia membukukan pendapatan sebesar Rp2,23 triliun, atau tumbuh 6,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,09 triliun. Realisasi ini tidak hanya selaras dengan target awal, tetapi juga melampaui rata-rata pertumbuhan industri farmasi nasional. Kinerja tersebut ditopang oleh seluruh lini usaha, dengan segmen consumer health menjadi kontributor utama. Segmen ini mencatat pendapatan Rp1,26 triliun, setara 57 persen dari total pendapatan, dan tumbuh 9,1 persen secara tahunan.

Presiden Direktur Darya-Varia, Ian Kloer, menegaskan bahwa pencapaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan perusahaan selama 50 tahun di industri farmasi. Menurutnya, momentum ini akan dimanfaatkan untuk terus mengembangkan produk bernilai tambah, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat kapabilitas manufaktur dan perluasan pasar.

“Lima dekade perjalanan ini bukan hanya menjadi refleksi atas pencapaian yang telah diraih, tetapi juga menjadi fondasi yang kuat bagi perseroan untuk melangkah ke fase pertumbuhan berikutnya secara berkelanjutan,” ujar Ian dalam keterangan resmi yang diterima pada Minggu (21/6/2026).

Ia menambahkan, perusahaan bertransformasi dari sekadar produsen menjadi penyedia solusi kesehatan terintegrasi. “Berangkat dari fondasi manufaktur yang kuat, kita bertransformasi menjadi integrated healthcare solution company, tidak hanya menghadirkan produk berkualitas, tetapi juga solusi kesehatan yang lebih menyeluruh bagi masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, segmen obat resep tetap memberikan kontribusi signifikan meskipun mengalami kontraksi sebesar lima persen. Segmen ini menyumbang pendapatan Rp666 miliar, atau sekitar 30 persen dari total pendapatan perusahaan. Sementara itu, segmen ekspor dan toll manufacturing mencatat pertumbuhan kuat sebesar 27 persen dengan total pendapatan Rp257 miliar.

Dari sisi profitabilitas, Darya-Varia menjaga kinerja tetap sehat melalui pengelolaan biaya yang disiplin, efisiensi operasional, serta penguatan bauran produk. Strategi ini dinilai mampu mendukung stabilitas keuangan perusahaan di tengah dinamika pasar.

Memasuki 2026, tren pertumbuhan berlanjut. Pada kuartal pertama tahun ini, pendapatan perusahaan mencapai Rp595 miliar, meningkat sembilan persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini didorong oleh kekuatan merek, portofolio produk yang solid, serta kepercayaan konsumen yang terus terjaga.

Sejalan dengan strategi pertumbuhan, Darya-Varia terus memperkuat inovasi melalui peluncuran produk-produk baru di awal tahun. Beberapa di antaranya adalah Natur-E Glothione, Natur-E Skin Start Hand & Body Lotion, serta Paratusin DMP di kategori batuk dan pilek, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.

Sebagai bagian dari transformasi jangka panjang, perusahaan juga meluncurkan DiViLab, produk alat kesehatan terintegrasi yang menandai ekspansi ke sektor teknologi medis dan layanan kesehatan terhubung. Melalui DiViLab, Darya-Varia menghadirkan solusi pemantauan kesehatan berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI), termasuk DiViLab Optima 4-in-1 dan DiViLab CORE 3-in-1. Langkah ini memperkuat portofolio solusi kesehatan terintegrasi yang lebih mudah diakses, terhubung, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar