The Jakmania Kecewa Berat Laga Persija Vs Persib Kembali Digelar di Luar Jakarta

- Rabu, 06 Mei 2026 | 18:00 WIB
The Jakmania Kecewa Berat Laga Persija Vs Persib Kembali Digelar di Luar Jakarta

Keputusan resmi yang menetapkan Stadion Segiri, Samarinda, sebagai lokasi laga Persija Jakarta melawan Persib Bandung pada pekan ke-32 Super League 2025-2026 memicu kekecewaan mendalam dari kelompok suporter Persija, The Jakmania. Mereka kembali gagal menyaksikan langsung rivalitas klasik tersebut di Jakarta, sebuah momentum yang sudah dinantikan selama bertahun-tahun.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengumumkan kepastian venue pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 10 Mei 2026. Keputusan ini langsung menuai reaksi keras, terutama dari Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno. Ia menegaskan bahwa kekecewaan yang dirasakan bukanlah hal baru, melainkan akumulasi dari penantian panjang yang tak kunjung terwujud.

“Yang pertama, sudah pasti yang paling kecewa dengan situasi ini adalah Jakmania. Karena kekecewaan kami sudah tujuh tahun tidak menggelar pertandingan Persija-Persib di Jakarta. Terakhir 2019 saat itu,” ujar Diky kepada awak media di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Di tengah kekecewaan itu, Diky menilai bahwa The Jakmania sebenarnya telah menunjukkan perubahan signifikan dalam hal keamanan dan penerimaan terhadap suporter tamu. Ia mencontohkan beberapa laga sebelumnya yang berlangsung kondusif tanpa insiden berarti. “Itu kan sudah dilihat bagaimana ketika teman-teman Solo, teman-teman Malang, teman-teman Jepara, teman-teman Jogja, bahkan teman-teman Surabaya pun datang ke Jakarta, mereka pulang dengan aman dan nyaman,” tuturnya.

Komitmen menjaga ketertiban, menurut Diky, selalu menjadi prioritas utama bagi The Jakmania, terutama saat Persija bermain di kandang sendiri. “Dari situ kita bisa terlihat bagaimana Jakmania memang konsen sekali untuk menjaga keamanan dan ketertiban, apalagi di kotanya, apalagi di Jakarta,” imbuhnya.

Sementara itu, meskipun kecewa, Diky menyebut pihaknya tetap menghormati keputusan operator kompetisi. Ia mengakui bahwa kondisi ini bukanlah hal baru dan sudah sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir. “Nah, yang kedua memang pada akhirnya kan kami harus menghormati keputusan ini. Keputusan yang memang tidak mudah bagi Jakmania, cuma ya ini memang sudah berlangsung hampir setiap tahun apalagi setelah era 2020,” ujarnya.

Diky juga menyinggung adanya pertimbangan dari berbagai pihak yang membuat laga ini tidak digelar di Jakarta. “Tapi ya ternyata memang keputusannya ada atensi dari pimpinan, ada atensi dari berbagai pihak bahwa mungkin ada hal-hal yang dikhawatirkan menimbulkan efek yang luar biasa ketika pertandingan Persija-Persib berlangsung di Jakarta. Dan ya itulah pada akhirnya kami harus menghormati keputusan ini, walaupun kami tetap berharap ada sisi keadilan juga,” jelasnya.

Ia berharap, pemindahan venue tidak menghilangkan hak The Jakmania untuk tetap mendukung langsung tim kesayangan mereka di stadion, di mana pun pertandingan digelar. “Sisi keadilan juga bahwa ya kami oke lah kita enggak bisa main di Jakarta, tapi main di mana pun harus pakai penonton. Karena insyaallah teman-teman Jakmania juga berhak untuk menonton,” pungkasnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar