Menteri Sosial Pastikan Sekolah Rakyat Surabaya Rampung Juli, Tampung 1.000 Siswa

- Rabu, 06 Mei 2026 | 20:45 WIB
Menteri Sosial Pastikan Sekolah Rakyat Surabaya Rampung Juli, Tampung 1.000 Siswa
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memastikan pembangunan Sekolah Rakyat di Surabaya, Jawa Timur, akan rampung tepat waktu dan siap beroperasi pada Juli mendatang. Pernyataan itu disampaikan usai ia meninjau langsung proyek garapan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. di lokasi pembangunan. Gus Ipul menjelaskan, Sekolah Rakyat Surabaya ditargetkan mampu menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Untuk menunjang proses belajar mengajar, berbagai fasilitas pendukung turut disiapkan, seperti perpustakaan, asrama, laboratorium, unit kesehatan sekolah, serta ruang ekstrakurikuler. “Insyaallah selesai tepat waktu. Sehingga pada Juli yang akan datang, gedung permanen Sekolah Rakyat itu sudah bisa digunakan,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026). Ia menambahkan, sekolah ini diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu, terutama anak-anak yang tidak sekolah, putus sekolah, atau berpotensi putus sekolah. Oleh karena itu, pola perekrutan siswa pun dirancang berbeda dari sekolah pada umumnya. “Kita harapkan ini benar-benar menjadi tempat belajar-mengajar dengan lingkungan yang berkualitas,” harapnya. Di sisi lain, Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, mengungkapkan bahwa realisasi pengerjaan Sekolah Rakyat di Kelurahan Kedung Cowek, Surabaya, telah mencapai 58,13 persen. Pihaknya berkomitmen mempercepat pembangunan agar proyek prioritas pemerintah ini dapat segera dimanfaatkan. “Sejalan dengan arahan pemerintah, Waskita terus mengerjakan bangunan SR di Surabaya agar rampung tepat waktu dan bisa segera digunakan. Tim di lapangan bekerja siang dan malam secara bergantian,” jelas Ermy. Perseroan juga mengejar pembangunan Sekolah Rakyat di sejumlah daerah lain di Jawa Timur. Selain Surabaya, Waskita dipercaya mengerjakan konstruksi di Kabupaten Gresik, Jombang, Sampang, dan Tuban. Hampir 4.000 pekerja, termasuk tenaga kerja lokal, dikerahkan untuk menyelesaikan seluruh proyek tersebut. “Ke depannya kami akan terus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan serta menyerap tenaga kerja lokal lebih banyak lagi. Dengan begitu tidak hanya menghadirkan manfaat luas bagi pendidikan, sosial, dan ekonomi, tapi juga menggerakkan sektor informal dan UMKM yang pada akhirnya mendorong kesejahteraan masyarakat,” tuturnya. Menurut Ermy, pengerjaan gedung Sekolah Rakyat bukan sekadar menyelesaikan tugas, melainkan bagian dari upaya membangun masa depan bangsa. Proyek ini menjadi kontribusi perusahaan dalam mendukung pemerataan akses pendidikan yang layak dan berkualitas, sekaligus menghapus kemiskinan. “Segenap manajemen Waskita Karya berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah melalui pengerjaan proyek kementerian dan lembaga demi mendorong masa depan Indonesia yang lebih baik,” jelasnya. Secara keseluruhan, perseroan yang telah berpengalaman lebih dari 65 tahun di bidang konstruksi ini dipercaya menjalankan pembangunan Sekolah Rakyat di empat provinsi. Di antaranya Sulawesi Selatan yang mencakup Kabupaten Wajo, Barru, Sopeng, Sidrap, dan Tana Toraja. Lalu Jawa Timur yang meliputi Gresik, Sampang, Tuban, Jombang, dan Surabaya. Selain itu, Sumatera Selatan di Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, dan Empat Lawang, serta Aceh yang tersebar di Kota Subulussalam dan Nagan Raya. Saat ini, Waskita Karya juga tengah mengerjakan sejumlah proyek strategis lainnya, seperti LRT Jakarta Fase 1B, Bendungan Bener di Jawa Tengah, Jembatan Pulau Laut di Kalimantan Selatan, Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi, serta Rumah Sakit Umum Daerah Cendrawasih Dobo di Maluku.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar