BGN: Penerima Makan Bergizi Gratis Berkurang 6 Juta Usai Pembersihan Data Ganda

- Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:18 WIB
BGN: Penerima Makan Bergizi Gratis Berkurang 6 Juta Usai Pembersihan Data Ganda

Jumlah anak sekolah penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami penyesuaian berkurang sekitar 6 juta orang setelah dilakukan pembersihan data ganda. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, di Jakarta, Kamis (6/8).

Menurut Sudaryono, duplikasi data kerap terjadi karena seorang anak tercatat di lebih dari satu instansi pendidikan. Misalnya, siswa madrasah tsanawiyah (MTs) yang juga terdaftar sebagai santri di pondok pesantren, sekaligus tercatat di data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

"Misalnya ada anak didata di MTs, tapi dia juga santri pondok pesantren atau sekolah menengah pertama (SMP) di dalam pondok, dihitung di data Kemendikdasmen sebagai siswa. Kemudian dia juga tercatat sebagai santri di pondok pesantren," jelas Sudaryono usai mengikuti rapat koordinasi di Jakarta.

Ia menyebutkan, estimasi awal potensi penurunan penerima dari kalangan siswa ini awalnya diproyeksikan mencapai sekitar 6 juta orang sebelum akhirnya melalui proses penyisiran data yang lebih ketat. "Kalau enggak salah ada sekitar 6 juta, tapi datanya terus kita koordinasikan," ungkapnya.

Rapat koordinasi lintas kementerian tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta dihadiri oleh Menko PMK Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, hingga Mensesneg Prasetyo Hadi.

Integrasi Data Lintas Kementerian

Melalui rapat tersebut, pemerintah memastikan sistem basis data dari berbagai kementerian disinkronkan agar tidak ada lagi identitas ganda dalam penyaluran program prioritas nasional ini. "Makanya rapat hari ini memastikan semua sistem data dari banyak kementerian, baik di Kemendikdasmen, Kementerian Kependudukan dan BKKBN, Kementerian Kesehatan, maupun BGN, datanya saling terhubung (ngobrol), sehingga kita betul-betul menemukan dan tidak ada identitas ganda," tutur Sudaryono.

Berdasarkan paparan data resmi dalam rapat, hasil validasi dan eliminasi data ganda penerima manfaat mencakup pengurangan sekitar 4,8 juta siswa serta 845 ribu guru dan tenaga kependidikan. Total akumulasi penyesuaian mencapai 5,6 juta penerima manfaat. Dengan demikian, total penerima manfaat MBG yang valid dari kalangan siswa setelah pembersihan data ganda kini mencapai 42,8 juta siswa serta 3,35 juta guru dan tenaga kependidikan. Proses validasi dan integrasi data ini dikelola langsung oleh Pusdatin BGN, Kemendikdasmen, dan Kementerian Agama.

Sebelumnya, BGN memastikan volume penerima manfaat sekaligus alokasi anggaran MBG memang akan mengalami penyesuaian setelah proses refocusing dan penyisiran data selesai dilakukan. Wakil Ketua BGN sekaligus Juru Bicara, Agustinus Arumsari, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah memberikan waktu satu bulan kepada lembaganya untuk mempertajam tata kelola serta menyisir ulang data penerima manfaat secara komprehensif.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags