BGN: Kelalaian Penyimpanan Ikan Picu Insiden MBG di Karo

- Senin, 17 Agustus 2026 | 05:00 WIB
BGN: Kelalaian Penyimpanan Ikan Picu Insiden MBG di Karo

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan dugaan kelalaian dalam pengolahan bahan baku ikan yang memicu insiden keamanan pangan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Berdasarkan investigasi sementara, sebagian ikan yang digunakan untuk menu MBG diduga tidak disimpan di dalam freezer, melainkan dibiarkan pada suhu ruangan selama 12 jam hingga lebih.

"Kami coba cek investigasi sementara. Jadi, itu kelalaian ada pada pengolahan. Jadi bahan baku ikan itu sebagian besar dimasukkan ke freezer, ada sekitar 300 atau 200 atau 300 ekor yang tidak masuk ke freezer itu kemudian ditaruh di suhu ruangan dalam kurun waktu 12 sampai lebih dari 12 jam," kata Sudaryono saat mengunjungi korban di Rumah Sakit Haji Medan, Minggu (16/8).

Sudaryono menilai kondisi tersebut merupakan bentuk kelalaian serius dalam proses pengolahan makanan. Dia menegaskan tidak boleh ada kelalaian dalam penyediaan makanan MBG karena menyangkut keselamatan penerima manfaat. "Tidak boleh ada kelalaian, tidak boleh! Zero tolerance, enggak boleh lalai! Dan saya minta kepala dapur atau siapa pun yang merasa enggak sanggup kerja, kau keluar saja daripada kemudian membahayakan nasib nyawa seseorang," tegas dia.

Perketat Prosedur Keamanan

BGN akan memperketat penerapan prosedur keamanan pangan di seluruh dapur MBG. Sudaryono meminta sekitar 27.000 kepala dapur di seluruh Indonesia memberikan perhatian khusus terhadap setiap tahapan pengolahan makanan. Dia juga menekankan seluruh prosedur harus dijalankan secara disiplin untuk mencegah terulangnya insiden keamanan pangan.

"Kondisi (korban) di sini sudah dua hari, ini hari yang ketiga. Menurut laporan, sudah membaik. Jadi, dibandingkan pertama kali masuk dan kemarin dan hari ini, sudah lebih baik. Tapi memang masih di ICU," jelas Sudaryono. Dia berharap kondisi korban terus membaik sehingga dalam waktu dekat dapat dipindahkan ke ruang perawatan biasa.

"Saya berharap sesegera mungkin bisa betul-betul membaik satu sampai dua hari ini. Enggak usah dua hari lah, kalau bisa satu hari, gitu," tutupnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags