Laba Bersih Erajaya Melonjak 38 Persen di Semester I 2026

- Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:00 WIB
Laba Bersih Erajaya Melonjak 38 Persen di Semester I 2026

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) membukukan kinerja keuangan yang solid pada semester I 2026. Emiten ritel tersebut mencatatkan lonjakan laba bersih hampir 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan penjualan konsolidasi yang menembus Rp42,89 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, laba bersih Erajaya Swasembada mencapai Rp784,02 miliar, tumbuh 37,96 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pendapatan pun meningkat dari Rp35,04 triliun pada semester I 2025 menjadi Rp42,89 triliun pada periode yang sama tahun ini.

Kontribusi terbesar terhadap pendapatan masih berasal dari segmen telepon seluler dan tablet yang mencatatkan penjualan sebesar Rp32,45 triliun. Selain itu, pendapatan juga ditopang oleh penjualan aksesoris dan produk lainnya senilai Rp6,30 triliun. Segmen komputer dan elektronik konsumen menyumbang Rp2,40 triliun, sedangkan lini active dan lifestyle memberikan kontribusi Rp1,74 triliun. Nilai eliminasi antar-segmen penjualan tercatat sebesar Rp32,31 triliun.

Beban Operasional Naik, Laba Tetap Tumbuh

Seiring ekspansi bisnis dan bertambahnya jaringan gerai baru, beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp38,09 triliun. Beban penjualan dan distribusi juga naik dari Rp1,70 triliun menjadi Rp2,28 triliun, sementara beban umum dan administrasi meningkat dari Rp1,37 triliun menjadi Rp1,51 triliun.

Meski demikian, efisiensi operasional mampu menjaga profitabilitas perusahaan. Laba operasional Erajaya Swasembada melonjak 28,26 persen menjadi Rp1,44 triliun. Laba per saham dasar (EPS) juga meningkat dari Rp36,00 menjadi Rp50,09. Adapun laba periode berjalan mencapai Rp872,12 miliar.

Per Juni 2026, total aset perseroan tercatat sebesar Rp29,34 triliun. Ekuitas meningkat menjadi Rp10,94 triliun dari Rp10,17 triliun pada akhir 2025, sedangkan total liabilitas turun menjadi Rp18,40 triliun.

Saham ERAA Menguat, Investor Asing Catatkan Net Buy

Kinerja fundamental yang positif turut mendorong minat investor terhadap saham ERAA. Pada perdagangan Selasa (4/8/2026), investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp45,18 miliar. Harga saham ERAA juga melonjak 7,98 persen ke level Rp460 per saham dengan nilai transaksi mencapai Rp105,2 miliar. Dalam satu bulan terakhir, saham perusahaan ini telah menguat sekitar 25,68 persen.

Dari sisi kepemilikan saham, PT Eralink International masih menjadi pemegang saham mayoritas dengan porsi 55,17 persen. Selain itu, terdapat sejumlah investor institusi global, termasuk HSBC Ltd-Singapore Branch dan Government of Norway.

Erajaya Lanjutkan Diversifikasi Bisnis

Manajemen Erajaya Swasembada menegaskan akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan operasional perusahaan.

"Kami terus menjaga keseimbangan antara upaya mendorong pertumbuhan dan penerapan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan tetap responsif terhadap perubahan kondisi pasar sekaligus menjaga fundamental bisnis yang sehat," kata Amelia Allen, Head of Legal Counsel & Corporate Affairs ERAA.

Selain mempertahankan bisnis utama di sektor telepon seluler, Erajaya juga melanjutkan strategi diversifikasi usaha. Ekspansi tersebut mencakup sektor Active Lifestyle melalui gerai JD Sports dan ASICS, bisnis kuliner lewat Bacha Coffee dan Paris Baguette, hingga memperluas penetrasi ke industri kendaraan listrik.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags