Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan terlibat perselisihan dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth dalam rapat kabinet terbaru. Trump merasa disesatkan mengenai pasokan amunisi yang semakin menipis, yang menjadi salah satu alasan pembatalan serangan besar-besaran ke Iran.
Menurut laporan The Washington Post yang mengutip dua sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, cekcok terjadi pekan lalu di Camp David, tempat peristirahatan presiden di Maryland. Trump menuntut penjelasan dari Hegseth mengenai laporan kekurangan pasokan amunisi, terutama rudal jarak jauh dan rudal pencegat pertahanan udara.
Dalam rapat kabinet pada Jumat (31/7) lalu, Trump mengatakan kepada Hegseth bahwa ia mengira masalah amunisi sudah diatasi. Namun, salah satu sumber mengungkapkan bahwa kekurangan tersebut justru menjadi pertimbangan utama mengapa Trump mengurungkan niat menyerang Iran.
Awal pekan ini, Trump mengumumkan pembatalan serangan dengan alasan kemajuan diplomasi. Ia juga mengklaim diminta oleh Teheran dan negara-negara Timur Tengah untuk menunda serangan.
Setelah ditegur, Hegseth membela diri dan menyalahkan Wakil Menteri Pertahanan Stephen Feinberg atas kekurangan pasokan dan kegagalan memastikan Trump mendapat informasi lengkap.
Artikel Terkait
Kemenangan Kandidat Progresif di Michigan Memicu Reaksi Keras Trump
Rencana Damai Gaza ala Trump: Terobosan atau Kebuntuan Baru?
AS, Iran, dan Oman Mendekati Kesepakatan Buka Selat Hormuz
Harga Minyak Beragam di Tengah Harapan Meredanya Ketegangan AS-Iran