Pemerintah berencana menambah alokasi subsidi kendaraan listrik sebagai langkah strategis menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa kebijakan ini tengah dipersiapkan untuk mempercepat transisi masyarakat dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik.
Pada tahap awal, sebanyak 100 ribu unit kendaraan listrik mencakup sepeda motor dan mobil akan mendapatkan insentif dari negara. Anggaran untuk program tersebut, menurut Purbaya, sudah diperhitungkan dan dinyatakan mencukupi. Namun, ia menegaskan bahwa jumlah itu tidak bersifat final.
“Sudah kita hitung (anggarannya). Ada sudah kita hitung, cukup. Sudah cukup. Karena belum selesai. Kalau itu habis, kita kasih lagi 100 ribu lagi,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.
Purbaya menambahkan, kebijakan ini kemungkinan akan diperluas seiring dengan tingginya permintaan dari masyarakat. “Kalau itu, kita kasih lagi,” katanya singkat.
Rencana pemberian insentif ini dijadwalkan mulai berlaku pada Juni 2026. Meski demikian, pemerintah masih melakukan pembahasan lebih lanjut terkait teknis pelaksanaannya. “Tapi kan belum matang nih. Masih di diskusikan. Tapi kira-kira arahnya ke sana. Yang sudah kita omongkan, kira-kira begitu. Masih mentah ya. 100 ribu mobil, 100 ribu motor,” jelas Purbaya.
Di sisi lain, Menteri Keuangan mengakui adanya keterbatasan kapasitas produksi kendaraan listrik di dalam negeri. Saat ini, kapasitas produksi domestik diperkirakan hanya mencapai sekitar 300 ribu unit per tahun. “Saya ingin percepat. Kapasitas domestik enggak sebanyak itu juga. Itu paling 300 ribu kayaknya setahun,” ungkapnya.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap adopsi kendaraan listrik di Indonesia dapat meningkat secara signifikan dalam waktu dekat. “Jadi saya pengen lihat percepatan pergeseran mobil dari combustion ke EV sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden,” tutup Purbaya.
Artikel Terkait
Densus 88 Tangkap Delapan Terduga Teroris JAD di Poso dan Parigi Moutong
Pemerintah Siapkan Insentif untuk 100 Ribu Unit Motor dan Mobil Listrik
Keributan Oknum TNI dengan Pemilik Warung di Kemayoran Berakhir Damai, Tanpa Tuntutan Ganti Rugi
RW Kumuh di Jakarta Turun 52,58 Persen dalam Sembilan Tahun, Jadi 211 RW pada 2026