DWP dan WBI Peringati Hari Kartini dengan Penghargaan Kartini Muda Award dan Bazar UMKM

- Kamis, 07 Mei 2026 | 06:30 WIB
DWP dan WBI Peringati Hari Kartini dengan Penghargaan Kartini Muda Award dan Bazar UMKM

Komitmen terhadap kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan kembali ditegaskan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Warisan Budaya Indonesia (WBI) melalui sebuah peringatan Hari Kartini yang sarat makna. Mengusung tema “Kartini, Warisan Budaya Identitas Bangsa”, acara yang digelar di Gedung AA Maramis pada Selasa, 5 Mei 2026 itu tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan juga wadah untuk merefleksikan peran perempuan dalam pelestarian budaya.

Ketua WBI, Yanti Airlangga, menegaskan bahwa pihaknya secara konsisten mengedepankan berbagai kegiatan yang mendukung pelestarian warisan budaya Nusantara. Menurutnya, semangat untuk menggali dan mencintai kekayaan budaya Indonesia harus terus disuarakan di tengah arus modernisasi. “Hari Kartini bukan hanya sekadar seremoni mengenakan kebaya atau pakaian adat dan selebrasi yang penuh kemeriahan,” ujarnya.

Yanti menambahkan bahwa di balik peringatan tersebut tersimpan makna yang jauh lebih dalam. Ia berharap momentum ini dapat menjadi cermin bagi masyarakat untuk melanjutkan perjuangan emansipasi dalam konteks yang lebih modern, tanpa melupakan identitas sebagai perempuan Indonesia. “Hari Kartini diharapkan bisa menjadi momen refleksi untuk melanjutkan perjuangan emansipasi dalam ruang lingkup yang lebih modern, tanpa melupakan warisan identitas yang dimiliki sebagai wanita Indonesia,” kata Yanti.

Sejalan dengan tema tersebut, penghargaan Kartini Muda Award diberikan kepada sejumlah penggiat budaya muda yang dinilai berprestasi. Salah satu penerima penghargaan adalah Nabila Shafia Misha, seorang desainer muda asal Tangerang, Banten, yang lahir pada 18 Januari 2010. Di usianya yang masih belia, Nabila telah menorehkan prestasi dengan meluncurkan lini produk fesyen bernama Raya. “Yang tidak hanya menonjolkan keindahan detail dalam rancangannya, tetapi juga tetap memberikan sentuhan Indonesia yang santun,” jelas Yanti.

Penghargaan serupa juga diberikan kepada desainer muda Anya. Sejak usia dini, Anya telah akrab dengan dunia fesyen dan banyak mengambil inspirasi dari wastra Indonesia, khususnya kain Sumba. Kejeliannya dalam mengolah wastra tradisional menjadi tampilan yang lebih modern dan kekinian dinilai mampu menarik minat generasi muda untuk bangga mengenakan produk lokal. Sementara itu, Ribie Siti Fardryan, sosok muda lainnya yang juga menerima Kartini Muda Award, telah memulai perjalanan inspiratifnya di dunia fesyen dengan kekaguman mendalam pada wastra Nusantara. “Saya memiliki kekaguman yang besar terhadap kekayaan wastra Indonesia, dan selalu menambahkan sentuhan kain Indonesia,” ungkap Ribie. Ia bahkan melangkah lebih jauh dengan menginspirasi anak-anak, khususnya mereka yang berasal dari keluarga broken home, untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang fesyen.

Di samping pemberian penghargaan, DWP Kemenko Perekonomian dan WBI juga mengajak para pecinta budaya untuk mengunjungi Bazar For Charity yang diikuti oleh berbagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang budaya. Bazar tersebut menghadirkan aneka produk aksesoris, busana, dan produk wastra Indonesia. Para pengunjung tidak hanya dapat berbelanja, tetapi juga turut berpartisipasi dalam gerakan kemanusiaan. Sebab, sepuluh persen dari hasil penjualan akan didonasikan kepada Rumah Harapan yang dikelola oleh Melanie Subono.

Acara peringatan Kartini ini juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi oleh Melanie Subono, seorang artis multi talenta yang dikenal sebagai aktivis sosial. Suasana semakin semarak dengan alunan lagu dari Nona Ria, Rafika Duri, Marini Soerjosoemarno, Widyawati, Chandra Satria, Ninda Felina, dan diva Indonesia, Kris Dayanti.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar