ICC Tolak Banding Israel: Netanyahu dan Gallant Tetap Terancam Penangkapan
Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. M Hidayat Nur Wahid (HNW), memberikan apresiasi tinggi kepada International Criminal Court (ICC) atau Mahkamah Pidana Internasional. Apresiasi ini disampaikan menyusul keputusan ICC yang menolak banding Israel terhadap perintah penahanan bagi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant. Keputusan ini terkait dugaan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan di Gaza, Palestina.
Dampak Langsung Perintah Penahanan ICC
HNW menegaskan bahwa penolakan banding oleh ICC merupakan penegasan hukum. Netanyahu dan Gallant harus segera ditangkap jika berada di wilayah negara-negara anggota ICC. Langkah ini dinilai crucial untuk menegakkan keadilan, menghentikan kejahatan kemanusiaan, dan memuluskan perdamaian seperti yang diputuskan dalam KTT Syarm Syaikh.
Menurut HNW, adanya perjanjian damai dan gencatan senjata tidak serta-merta menggugurkan proses hukum di ICC maupun International Court of Justice (ICJ). Surat perintah penahanan dari ICC tetap berlaku dan telah mendapat dukungan dari sejumlah pemimpin dunia, seperti Perdana Menteri Spanyol dan Presiden Kolombia. Dampaknya nyata, dimana pesawat yang ditumpangi PM Netanyahu sempat harus menghindari wilayah udara Spanyol.
Artikel Terkait
Kemenkes Angkat Bicara Soal Tren Gas Tertawa: Bisa Berujung Maut
Kemenkes Buka Suara soal Nitrous Oxide Usai Kasus Lula Lahfah
Tiga Golongan yang Dijanjikan Perlindungan Saat Kekacauan Hari Kiamat
Di Balik Dingin yang Menusuk, Atlet Muda Kiev Tetap Melangkah di Aula Senam