Suasana di stadion Fenerbahce malam itu benar-benar berenergi. Di hadapan pendukung fanatiknya, sang raksasa Turki itu menghajar Gaziantep FK dengan skor telak 4-1 dalam lanjutan Super Lig, Rabu dini hari WIB. Pertandingan pekan ke-27 ini bukan sekadar kemenangan biasa, tapi pernyataan sikap.
Tekanan langsung diberikan sejak wasit meniup peluit awal. Gaziantep tampak kewalahan menghadapi gelombang serangan yang datang bertubi-tubi. Tapi, gol pembuka ternyata baru datang menjelang jeda. Di menit ke-41, Nene D. akhirnya berhasil merobek gawang tamu, mengubah ketegangan menjadi sorak-sorai. Euforia itu sempat sedikit ternoda saat pemain yang sama menerima kartu kuning hanya tiga menit berselang.
Babak kedua justru dimulai dengan kejutan. Gaziantep, yang mungkin mendapat semangat di ruang ganti, berhasil menyamakan kedudukan lewat titik putih. Maxim A. dengan tenang mengeksekusi penalti di menit ke-52. Skor 1-1.
Namun begitu, keadaan seimbang itu tak berlangsung lama. Fenerbahce seperti tersulut. Mereka kembali mengambil kendali permainan dengan tempo yang lebih cepat dan serangan yang lebih tajam. Dominasi itu akhirnya terkonversi menjadi gol. Lagi-lagi Nene D., sang pembeda, yang menggoyang jala Gaziantep untuk kedua kalinya pada menit ke-79. Gol itu seperti membuka keran.
Dua gol tambahan kemudian menyusul, mengukuhkan kemenangan besar 4-1. Keputusan pelatih melakukan rotasi pemain di babak kedua rupanya memberi napas baru dan ritme yang sulit dihentikan.
Bagi Fenerbahce, tiga poin ini jelas sangat berharga. Posisi mereka di puncak klasemen semakin kokoh, dan mimpi juara tetap hidup. Di sisi lain, Gaziantep FK harus pulang dengan kepala tertunduk. Mereka punya pekerjaan rumah yang besar jika ingin menjauhi zona merah. Performa di lini pertahanan, khususnya, butuh perbaikan segera.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu