Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Bahan Baku, Produsen Kemasan EPAC Naikkan Harga Jual

- Rabu, 18 Maret 2026 | 05:30 WIB
Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Bahan Baku, Produsen Kemasan EPAC Naikkan Harga Jual

Gejolak di Timur Tengah kembali mengguncang pasar global. Kali ini, imbasnya terasa sampai ke industri kemasan dalam negeri. Penutupan Selat Hormuz yang memanas itu, rupanya memicu kenaikan harga bahan baku secara merata.

Manajemen PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk, atau EPAC, mengaku sedang menghadapi tekanan biaya yang cukup serius. Dua hal jadi biang keroknya: harga minyak yang melambung dan ongkos logistik yang ikut-ikutan naik. "Lonjakan keduanya menyebabkan biaya produksi kami membengkak," jelas pihak perusahaan.

Masalahnya, bahan baku utama mereka adalah film berbasis resin. Nah, resin ini kan turunan petrokimia. Harganya sangat bergantung pada harga minyak mentah. Jadi, ketika minyak mahal, resin pun ikut mahal.

Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan resin itu, EPAC mengandalkan vendor dalam negeri. Baik itu produsen lokal maupun importir.

"Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku tersebut, EPAC mengandalkan pasokan dari vendor domestik, baik produsen maupun importir," kata manajemen dalam keterbukaan informasi, Selasa (17/3/2026).

Namun begitu, situasi sekarang ini menyulitkan semua pihak. Produsen lokal terbebani harga resin yang tinggi. Sementara para importir dapat tekanan ganda: harga bahan baku di negara asal naik, ditambah biaya pengiriman yang juga melonjak drastis.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar