Rabu malam itu, Stadion José Alvalade benar-benar berguncang. Sporting CP baru saja menuntaskan salah satu comeback paling gila yang pernah disaksikan Liga Champions. Bagaimana tidak? Setelah dihajar 0-3 di markas Bodo/Glimt, mereka membalas dengan telak: 5-0. Agregat pun terbalik menjadi 5-3 untuk kejutan luar biasa.
Bayangkan saja. Tekanan mental usai kekalahan besar di leg pertama pasti luar biasa. Namun begitu, anak-anak asuhan Ruben Amorim justru tampil dengan mental baja. Sejak peluit awal dibunyikan, mereka langsung mengepung pertahanan tim Norwegia itu. Bodo/Glimt seperti terjebak di kandang sendiri.
Dihajar Habis-habisan di Alvalade
Serangan demi serangan dilancarkan. Baru pada menit ke-34, tembok pertahanan lawan akhirnya jebol. Gonçalo Inácio, sang bek, yang berhasil memecah kebuntuan dengan sundulan mantap. 1-0. Babak pertama berakhir dengan keunggulan tipis itu, tapi suasana sudah terasa berbeda.
Memasuki babak kedua, intensitas justru makin menjadi. Pedro Gonçalves lalu menggandakan keunggulan, membuat seluruh stadion meledak. Namun, puncak ketegangan terjadi menit ke-78. Wasit menunjuk titik putih setelah pelanggaran di kotak penalti. Luis Suárez, dengan tenang, mengeksekusinya dengan sempurna. 3-0. Skor agregat menjadi 3-3, dan laga harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu.
Perpanjangan Waktu yang Jadi Mimpi Buruk
Di sisi lain, Bodo/Glimt tampaknya sudah kehabisan tenaga dan akal. Alih-alih bertahan, Sporting malah semakin menggila. Mereka memanfaatkan betul kelelahan lawan. Matheus Araújo mencetak gol keempat di menit 92, praktis mematahkan semangat tamu.
Artikel Terkait
Fenerbahce Hajar Gaziantep 4-1, Kokohkan Posisi Puncak Klasemen
Jadwal Imsak Jogja Hari Ini Pukul 04.18 WIB, Disusul Azan Subuh 10 Menit Kemudian
Chelsea Terancam Tersingkir, Wajib Menang Besar atas PSG di Liga Champions
Direktur NCTC Mundur, Protes Kebijakan Perang AS-Iran