Cilegon Terendam, Ratusan Keluarga Mengungsi Akibat Luapan Kali

- Senin, 12 Januari 2026 | 14:25 WIB
Cilegon Terendam, Ratusan Keluarga Mengungsi Akibat Luapan Kali

Air bah kembali melanda Cilegon. Kali yang meluap dan tanggul yang jebol membuat tiga kecamatan di kota itu terendam, memaksa sejumlah warga untuk meninggalkan rumah mereka.

Kondisi terparah terjadi di Cibeber. Di sana, ratusan keluarga terdampak. Ketinggian airnya bervariasi, mulai dari sebetis orang dewasa hingga hampir setengah meter. Suasana di lokasi tentu saja kalut.

Kepala BPBD Cilegon, Suhendi, membeberkan rinciannya pada Senin (12/1/2025).

"Tiga kecamatan. Cibeber, Jombang, Ciwandan. Ketinggian bervariasi. Sekitar 60 cm-an. Luapan kali, sungai Cibeber. Ada juga tanggul yang jebol," jelasnya.

Menurutnya, banjir ini mulai terjadi sejak Minggu lalu. Wilayah Jombang, khususnya di Kranggot, ikut kebanjiran karena luapan dari Kali Nyikambang yang tak terbendung. Sementara itu, di area Ciwandan tepatnya depan Koramil, masalahnya terletak pada drainase yang nyaris tak berfungsi.

Memang, ketiga wilayah itu sudah lama masuk dalam daftar rawan. Tapi bukan berarti daerah lain aman sepenuhnya.

"3 kecamatan itu memang rawan. Sebelumnya di Pulomerak, Grogol, sekarang sudah aman. Tergantung curah hujan tingginya di mana. Kadang di Merak juga masih banjir," tambah Suhendi.

Dampaknya langsung terasa oleh warga. Banyak yang terpaksa mengungsi, mencari perlindungan di masjid, musala, bahkan gedung sekolah. Hingga perkembangan terakhir, situasinya masih berangsur pulih.

"Yang mengungsi masih di wilayah situ, seperti di Sambirata itu ada di masjid, musola, madrasah, dan rumah rumah yang aman, yang rumahnya masih terendam, mungkin masih. Tapi kalau yang sudah surut sudah pulang," pungkas Suhendi.

Beberapa warga memang sudah kembali ke rumah masing-masing seiring surutnya air. Namun bagi yang rumahnya masih terendam, mereka terpaksa bertahan di tempat pengungsian, menunggu kondisi benar-benar normal.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar