Sepanjang tahun 2025, MSIG Life Indonesia tercatat membayar klaim yang jumlahnya fantastis: lebih dari Rp 1 triliun. Tepatnya, Rp 1,07 triliun. Angka itu mengalir untuk dua hal utama: biaya pengobatan nasabah yang sakit dan santunan duka bagi keluarga yang ditinggalkan.
Ken Terada, Director and Chief Transformation Officer perusahaan, mengonfirmasi hal ini. Menurutnya, pembayaran sebesar itu terjadi dalam situasi yang tidak mudah.
"Pembayaran klaim tersebut berlangsung di tengah lonjakan biaya medis yang signifikan,"
katanya dalam pernyataan tertulis, Kamis lalu (26/2/2026).
Lonjakan yang dimaksud Terada bukanlah angka kecil. Data dari Laporan Health Trends 2026 Mercer Marsh Benefits menyebutkan, medical trend rate Indonesia di 2025 mencapai 17,9%. Tahun ini, 2026, diproyeksikan masih tinggi, sekitar 17,8%.
Nah, bandingkan dengan inflasi umum. Bank Indonesia menargetkan inflasi nasional hanya di kisaran 1,5% sampai 3,5% untuk periode 2025-2026. Selisihnya sangat jauh, bukan? Inilah yang kemudian bikin tekanan keuangan rumah tangga makin berat. Di sisi lain, situasi ini justru semakin menegaskan betapa krusialnya peran asuransi kesehatan dalam mengamankan kondisi finansial keluarga.
Artikel Terkait
Jerman Apresiasi Langkah Indonesia di Dewan Perdamaian Palestina
Trump Serang Ilhan Omar dan Rashida Tlaib sebagai Sakit Jiwa Usai Protes di Kongres
Vonis 9-13 Tahun Penjara untuk Lima Terdakwa Korupsi Minyak Rugikan Negara Rp285 Triliun
Ketua Komisi X DPR Soroti Penyerangan Mahasiswi di UIN Suska Riau