Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) baru saja mendapat suntikan dana hibah dari Amerika Serikat. Nilainya cukup besar, mencapai 2,49 juta dolar AS atau sekitar Rp 41,75 miliar. Dana ini akan dialokasikan khusus untuk asistensi teknis perencanaan Smart City di IKN.
Hibah tersebut disalurkan lewat U.S. Trade and Development Agency (USTDA). Lembaga independen pemerintah AS ini memang punya fokus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kerja sama investasi di negara berkembang. Menurut sejumlah saksi, penandatanganan kerja sama ini berlangsung cukup khidmat.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut baik dukungan ini. Baginya, ini bukan sekadar soal angka. Ini adalah bentuk kepercayaan dari komunitas internasional terhadap visi besar Nusantara.
"Visi kami jelas," tegas Basuki dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (26/2/2026).
"Nusantara harus menjadi kota yang hijau, berkelanjutan, dan secara fundamental cerdas."
Lalu, dana sebesar itu akan diwujudkan menjadi apa? Rencananya, asistensi teknis ini akan menghasilkan seperangkat dokumen strategis. Mulai dari arsitektur perusahaan Smart City, paket lelang yang siap-procurement, hingga model pembiayaan. Mereka juga akan menyusun kerangka kerja yang ramah ESG (Environmental, Social, and Governance), peta jalan peningkatan kapasitas, dan tentu saja, rencana tahapan implementasi. Intinya, semua dirancang agar ekosistem kota cerdas di IKN nanti bisa berjalan terstruktur dan transparan.
Artikel Terkait
AS Pertimbangkan Serangan Terbatas atau Blokade Maritim ke Iran
Bansos Tahap II 2026 Dijadwalkan Cair April, Menjangkau 18 Juta KPM
Bank Woori Saudara Optimalkan Strategi Pendanaan dan Kredit untuk Jaga Margin
Inggris Tolak Dukung Rencana Blokade AS di Selat Hormuz