Menteri Haji Imbau Jemaah Hindari Lempar Jumrah Siang Hari Akibat Suhu Ekstrem 43 Derajat Celsius di Mina

- Kamis, 28 Mei 2026 | 20:15 WIB
Menteri Haji Imbau Jemaah Hindari Lempar Jumrah Siang Hari Akibat Suhu Ekstrem 43 Derajat Celsius di Mina

Menteri Haji dan Umrah Indonesia sekaligus Amirul Hajj, Mochamad Irfan Yusuf, mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk tidak melaksanakan lempar jumrah pada pagi hingga siang hari menyusul kepadatan ekstrem di area Jamarat dan suhu udara di Mina yang mencapai lebih dari 43 derajat Celsius.

Kondisi tersebut dinilai membawa risiko serius terhadap kesehatan dan keselamatan jemaah, terutama mereka yang berusia lanjut atau memiliki kondisi fisik yang lemah. Kepadatan luar biasa di lokasi tersebut pada jam-jam tertentu juga berpotensi memicu kelelahan akibat paparan langsung sinar matahari yang menyengat.

Oleh karena itu, jemaah diminta mengikuti arahan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dengan melaksanakan lempar jumrah pada waktu yang lebih longgar, yaitu sore atau malam hari. Selain kondisi yang lebih terkendali, suhu udara pada malam hari dinilai lebih sejuk sehingga dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Menteri Haji menegaskan bahwa keselamatan jemaah menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Jemaah tidak boleh memaksakan diri untuk melaksanakan lempar jumrah pada waktu padat demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Khusus bagi jemaah lanjut usia, jemaah berisiko tinggi, atau yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, proses lempar jumrah dianjurkan untuk dibadalkan atau diwakilkan kepada jemaah lain yang lebih muda dan memiliki kondisi fisik lebih baik.

“Jauh-jauh hari, jangan hanya bersiap mental saja, tetapi fisik juga harus disiapkan karena ibadah haji memerlukan fisik yang kuat. Itulah salah satu alasan kenapa kami terus memperkuat layanan kesehatan,” ujar Mochamad Irfan Yusuf.

Ia juga menegaskan bahwa waktu lempar jumrah sudah diatur agar jemaah terhindar dari suhu ekstrem di Mina. “Sudah diatur oleh pembimbing masing-masing. Ada jam-jam yang mungkin tidak terasa afdal, tetapi situasinya lebih memungkinkan. Seperti jam 09.00 pagi sampai 13.00 siang itu sangat panas sekali,” lanjutnya.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah haji Indonesia dapat menjalani rangkaian puncak ibadah haji dengan aman dan nyaman di tengah padatnya aktivitas di Mina dan area Jamarat. Dengan mengikuti arahan petugas dan memilih waktu lempar jumrah yang lebih aman, diharapkan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar tanpa mengorbankan kondisi kesehatan maupun keselamatan diri.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar