Ustaz Sarwat Tegaskan Batas Akhir Sahur adalah Azan Subuh, Bukan Imsak

- Jumat, 27 Februari 2026 | 02:50 WIB
Ustaz Sarwat Tegaskan Batas Akhir Sahur adalah Azan Subuh, Bukan Imsak

JAKARTA - Bagi umat Islam yang sedang berpuasa, menentukan batas akhir sahur itu penting banget. Soalnya, ini menyangkut keabsahan ibadah kita sehari penuh. Sahur sendiri kan sunnah, tapi punya keberkahan dan jadi bekal energi selama belasan jam menahan lapar dan haus.

Nah, ada anjuran untuk mengakhirkan sahur. Ini berdasarkan riwayat dari Anas bin Malik, dari Zaid bin Tsabit. Dia bercerita, "Kami makan sahur bersama Rasulullah SAW, lalu kami berdiri untuk salat." Anas lalu bertanya ke Zaid, "Kira-kira berapa lama jarak antara azan dan sahur tadi?" Zaid menjawab, "Sekitar waktu yang dibutuhkan untuk membaca lima puluh ayat."

Lantas, kapan sebenarnya waktu sahur itu berakhir? Banyak yang masih bingung nih, antara imsak atau azan Subuh.

Imsak Bukan Batas, Azan Subuh Baru Patokan

Intinya, batas waktu sahur itu ya ketika azan Subuh berkumandang. Saat itulah puasa dimulai. Jadi, patokannya bukan masuknya waktu imsak, melainkan masuknya waktu Subuh. Imsak itu sebenarnya cuma bentuk kehati-hatian aja. Fungsinya mengingatkan kita bahwa waktu Subuh tinggal sebentar lagi, jadi jangan kelewat. Selama azan Subuh belum terdengar, kita masih boleh makan dan minum.

Ustaz Ahmad Sarwat, Direktur Rumah Fiqih Indonesia, ngasih penjelasan. Kata dia, banyak orang salah kaprah mengira imsak itu waktu khusus, misalnya sepuluh menit sebelum Subuh. Padahal, makna dasar kata 'imsak' ya cuma 'menahan'. Maksudnya, menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa.

"Jadi, yang jadi patokan jelas waktu Subuh," jelasnya.

Soal batas ini, Allah SWT sudah terangkan dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 187: "Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar."

Nah, MURIANETWORK.COM yang dimaksud di sini, kata Ustaz Sarwat, bukanlah matahari terbit. Itu adalah fajar shadiq, yaitu cahaya putih yang menyebar di ufuk timur beberapa saat sebelum matahari muncul. Fajar inilah penanda masuknya waktu Subuh.

Dua Macam Fajar dan Cara Tepat Menentukan Waktu

Ternyata, MURIANETWORK.COM sebelum subuh itu ada dua jenis. Pertama, MURIANETWORK.COM kazib atau 'fajar bohong'. Ini cahaya memanjang vertikal di langit yang muncul di dini hari, lalu hilang dan gelap kembali. Yang kedua baru fajar shadiq, cahaya putih yang menyebar horizontal di ufuk. Nah, MURIANETWORK.COM shadiq inilah tanda sahur harus berhenti dan salat Subuh bisa dimulai.

"Selang beberapa saat setelah fajar shadiq, barulah matahari terbit. Maka, waktu antara fajar shadiq dan terbit matahari itulah waktu salat Subuh sekaligus awal puasa," terang Ustaz Sarwat.

Hadits riwayat Ibnu Khuzaemah dan Al-Hakim juga menyebutkan perbedaan ini: "Fajar itu ada dua macam. Pertama, MURIANETWORK.COM yang mengharamkan makan dan menghalalkan salat. Kedua, MURIANETWORK.COM yang mengharamkan salat dan menghalalkan makan."

Lalu, gimana cara praktisnya kita tahu waktu Subuh masuk? Mengandalkan azan dari masjid terkadang kurang akurat. Bisa aja jamnya meleset atau muadzinnya salah lihat jadwal. Yang lebih bisa diandalkan adalah jadwal salat resmi hasil hitungan ilmu falak. Tinggal pastiin aja jam di rumah kita nggak ketinggalan atau terlalu cepat.

"Nggak ada salahnya juga kalau merujuk ke jam di TV. Biasanya, penanganan waktunya lebih profesional," saran Ustaz Sarwat.

Ada satu hal penting lagi. Kalau kita lagi minum pas azan Subuh berkumandang, minuman itu harus segera dikeluarkan. Kalau ditelan, puasanya batal. Imam An-Nawawi bilang, kalau fajar sudah terbit dan makanan masih di mulut, ya dimuntahkan. Puasanya tetap sah. Tapi kalau ditelan dengan sadar waktu Subuh sudah masuk, ya batal. Soal ini, para ulama sepakat.

Begitulah kira-kira penjelasan tentang batas akhir sahur. Semoga bisa jadi panduan yang jelas ya. Wallahu A'lam.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar