Tim SAR gabungan akhirnya menemukan tujuh korban dari helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air yang jatuh di hutan Sekadau, Kalbar. Sayangnya, seluruh korban yang ditemukan dinyatakan meninggal dunia. Medan yang berat dan lokasi yang terpencil jelas mempersulit upaya pencarian.
Komandan Kodim 1204/Sanggau, Letkol Nurrachman Gindha Dradhizya, memberikan konfirmasi perkembangan terbaru ini.
"Empat jenazah sudah kami evakuasi dan masukkan ke dalam kantong mayat," ujarnya. "Tapi tiga jenazah lainnya masih terjebak di dalam badan helikopter."
Namun begitu, operasi tak bisa dilanjutkan lebih lanjut malam ini. Cuaca gelap dan medan yang berbahaya memaksa tim untuk menghentikan sementara proses evakuasi. Rencananya, mereka akan mulai lagi besok pagi.
"Kita lanjutkan besok pagi," jelas Nurrachman. "Termasuk upaya memotong puing helikopter untuk mengeluarkan jenazah yang masih berada di dalam."
Di sisi lain, penjelasan serupa datang dari Kabag Ops Polres Sekadau, Sugianto. Ia menegaskan bahwa tim sebenarnya sudah berhasil mencapai lokasi jatuhnya pesawat. Hanya saja, kondisi di lapangan benar-benar tidak mendukung.
"Kami sudah berada di TKP," ungkap Sugianto. "Tetapi kondisi sangat gelap dan medan terjal sehingga tidak memungkinkan dilakukan evakuasi malam ini."
Berdasarkan data manifes, helikopter itu mengangkut total delapan orang. Dua di antaranya adalah kru: Capt. Marindra W selaku pilot dan Harun Arasyid sebagai EOB. Sementara enam penumpangnya adalah Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito. Hingga berita ini diturunkan, operasi SAR masih terus berjalan untuk menemukan satu korban yang belum terlacak.
Artikel Terkait
Pegadaian Beri Tips Investasi Dolar AS untuk Pemula di Tengah Pelemahan Rupiah
Timnas Indonesia U-17 Tumbang dari Malaysia, Jalan ke Semifinal AFF Terancam
Israel dan Lebanon Sepakati Gencatan Senjata 10 Hari, Hezbollah Siap Hormati dengan Syarat
KSAD Laporkan Penyelesaian 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah ke Presiden Prabowo