Era Emas Berakhir: Lima Juara Dunia Bulu Tangkis Pensiun di Puncak Karier

- Rabu, 15 April 2026 | 18:00 WIB
Era Emas Berakhir: Lima Juara Dunia Bulu Tangkis Pensiun di Puncak Karier

Lima nama besar dunia bulu tangkis memilih mengakhiri karier mereka. Keputusan itu datang saat mereka masih berada di puncak, masih menjadi nomor satu dunia. Viktor Axelsen, salah satunya.

Memang mengejutkan. Bayangkan, atlet-atlet yang masih bisa menghadirkan pertandingan sengit dan memukau itu tiba-tiba memutuskan gantung raket. Penonton jelas kehilangan. Tapi, di balik layar, alasan mereka masing-masing kuat. Cedera, keinginan untuk keluarga, atau sekadar merasa sudah sampai di puncak yang diinginkan.

Inilah daftar mereka.

Viktor Axelsen: Sang "Monster" yang Letih Cedera

Rabu siang, 15 April 2026, dunia bulu tangkis dikejutkan oleh unggahan Instagram Viktor Axelsen. Sang raja tunggal putra itu menyatakan pensiun.

Bukan motivasi yang hilang, katanya. Tapi kondisi fisiknya sudah tak lagi mendukung. Rentetan cedera membuatnya tak bisa tampil 100 persen. Padahal, kehadiran pemain asal Denmark ini selalu dinanti.

Julukan "Monster" melekat padanya bukan tanpa alasan. Dia mendominasi peringkat 1 dunia lebih dari 183 minggu, dari 2022 hingga Agustus 2024. Dua medali emas Olimpiade dan segudang gelar lain menjadi bukti kehebatannya.

Carolina Marin: Sang Juara yang Tak Bisa Pulih

Tak lama sebelumnya, pada 26 Maret 2026, Carolina Marin menyusul. Lewat akun Instagram pribadinya, sang juara Olimpiade 2016 dari Spanyol itu mengucapkan selamat tinggal.

Cederanya di semifinal Olimpiade Paris 2024 ternyata fatal. Itu adalah cedera lutut serius ketiga yang dialaminya. Di usia 32 tahun, Marin memutuskan untuk berhenti karena tak mungkin pulih sepenuhnya.

Dia pernah berkuasa di puncak dunia selama 66 minggu, pertama kali pada Juni 2015. Namanya selalu identik dengan permainan agresif dan mental tempur yang luar biasa.

Tai Tzu Ying: Sang Ratu dengan Satu Kekecewaan

Dari Taiwan, Tai Tzu Ying lebih dulu pamit. Tepatnya 7 November 2025. Alasannya mirip: cedera yang tak kunjung usai dan menggerogoti performanya.

Namanya sempat menjadi yang teratas selama 214 minggu. Tekniknya yang indah dan penuh tipuan sering membuat lawan terpana. Namun, ada satu pencapaian yang luput: medali emas Olimpiade. Perak di Tokyo 2020 adalah yang terbaik yang bisa diraihnya di ajang empat tahunan itu.

Zheng Si Wei & Huang Ya Qiong: Duet Legendaris yang Pamit Bersama

Kisahnya agak berbeda dari China. Zheng Si Wei, maestro ganda campuran, memilih pensiun mendadak usai meraih emas Olimpiade Paris 2024. Desember tahun itu, dia mundur. Alasannya personal: ingin fokus pada keluarga. Padahal, usianya baru 27 tahun dan statusnya masih nomor satu dunia.

Keputusan Zheng sepertinya memengaruhi pasangannya, Huang Ya Qiong. Pada 1 Januari 2025, Huang juga mengumumkan pensiun. Setelahnya, dia menikah dengan pebulu tangkis China, Liu Yu Chen.

Duet Zheng dan Huang adalah legenda. Mereka menduduki puncak dunia sejak Agustus 2018. Di akhir 2024, mereka bahkan memecahkan rekor dengan mengoleksi 43 gelar, melampaui rekor legenda Korea, Kim Dong Moon dan Ra Kyung Min.

Sebuah era benar-benar berakhir. Kelima nama ini bukan sekadar pemain, tapi bagian dari sejarah yang membuat bulu tangkis begitu memikat untuk ditonton. Kepergian mereka meninggalkan ruang kosong yang tak mudah terisi.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar