Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin, harus mengakui keunggulan wakil Taiwan, Lee Jhe Huei dan Yang Po Hsuan, pada babak 32 besar Indonesia Open 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Selasa (2/6/2026). Kekalahan dramatis tiga gim itu membuat langkah mereka terhenti lebih awal, sekaligus memicu pengakuan terbuka dari keduanya mengenai penyebab kegagalan di hadapan pendukung sendiri.
Usai pertandingan, Daniel Marthin menyampaikan permintaan maaf kepada para suporter yang telah memberikan dukungan penuh. Ia menyesalkan hasil yang tidak sesuai dengan ekspektasi publik.
“Pertama-tama kami mohon maaf kepada suporter Indonesia karena kami belum bisa memberikan hasil terbaik untuk ganda putra. Tapi tadi kami sudah berjuang, walaupun di akhir di gim ketiga itu kami terlalu terburu-buru. Jadi mungkin kami akan memperbaiki kesalahan kami dan semoga di pertandingan berikutnya kami bisa memberikan hasil terbaik,” ujar Daniel.
Sementara itu, Leo Rolly Carnando menyoroti perubahan tempo permainan lawan yang membuat mereka kehilangan ritme. Menurutnya, tekanan dari pasangan Taiwan tersebut menjadi faktor krusial.
“Ya pastinya di seluruh gim tadi mungkin rada terburu-buru. Kemudian hal-hal misal pas unggul tadi harus terus menyerang, tapi mereka merubah tempo permainan,” beber Leo.
“Dan sebenarnya kita juga sudah mencoba untuk jangan meladeni mereka, tapi kebetulan mereka juga udah mungkin nothing to lose. Udah enggak percaya bahwa dia bakal kalah atau gimana, tapi ternyata malah bisa mengembalikan keadaan. Seharusnya ini jangan sampai terjadi,” tambahnya.
Leo juga mengungkapkan bahwa kesalahan sendiri dan kondisi lapangan yang berangin turut memengaruhi performa mereka. Ia menilai faktor eksternal itu seharusnya bisa diantisipasi dengan lebih sabar.
“Sebenarnya tidak ada hilang fokus atau gimana, cuman kita banyak melakukan kesalahan sendiri. Terus harusnya yang bola enggak boleh mati, tapi tiba-tiba mati. Dan mungkin di lapangan juga cukup angin,” sebut Leo.
“Kita sebenarnya enggak boleh buru-buru, karena kan perbedaan waktu dia mukul terus habis itu bola datang tuh pasti rada kebawa angin sedikit. Jadi kita harus lebih sabar aja sih sebenarnya,” ungkapnya.
Jalannya pertandingan memperlihatkan perjuangan sengit antara kedua pasangan. Pada gim pertama, Leo dan Daniel sempat tertinggal 1-5 sebelum perlahan membalikkan keadaan menjadi 11-10. Namun, Lee dan Yang tampil lebih solid selepas interval dan menutup gim pertama dengan skor 21-16.
Gim kedua menjadi momentum kebangkitan bagi pasangan Indonesia. Mereka memimpin 11-7 di interval, merebut game point 20-13, dan menutupnya dengan smash keras Daniel di depan net.
Memasuki gim penentuan, Leo dan Daniel memulai dengan luar biasa dengan keunggulan 11-4 di interval. Namun, Lee dan Yang tidak menyerah. Mereka mengejar poin demi poin hingga skor imbang 16-16. Pertukaran poin ketat berlanjut hingga 18-18, sebelum pasangan Taiwan merebut dua poin penting dan memanfaatkan match point kedua untuk menutup laga 21-19.
Artikel Terkait
Dimas Adi Prasetyo Bersinar di Timnas U-19, PSM Makassar Disarankan Promosikan Striker Muda ke Tim Senior
Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Setelah Empat Musim, Incar Tantangan Baru di Luar Negeri
Manchester United Incar Tchouameni sebagai Pengganti Jangka Panjang Casemiro
Herdman Coret Eliano Reijnders dan Jordi Amat dari Skuad FIFA Matchday, Fokus Pemulihan Cedera demi Piala AFF 2026