Polres Tangerang Selatan mengungkap motif di balik tewasnya anggota TNI AD berinisial ABS akibat luka tusuk. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (19/6) di Jalan Raya Pondok Hijau Golf, Kabupaten Tangerang, dipicu oleh rebutan antrean Sate Taichan.
Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Wira Graha Setiawan, menjelaskan bahwa korban dan kelompok pelaku terlibat cekcok saat memesan sate. Korban meyakini sate yang sudah siap dihidangkan adalah miliknya, sementara para pelaku mengklaim pesanan mereka. Pertengkaran mulut berujung pada pemukulan yang dilakukan oleh tersangka berinisial S. Korban kemudian melarikan diri, tetapi dikejar oleh kelompok pelaku menggunakan sepeda motor. Dalam pengejaran itu, korban ditusuk sebanyak sepuluh kali lima tusukan di depan dan lima di belakang.
"Pelaku penusukan mengejar korban menggunakan satu sepeda motor yang dibonceng oleh satu tersangka lainnya. Jadi ketika ada pertanyaan apakah korban dibawa setelah ditusuk dan tidak, terjawab di CCTV bahwa korban lari cukup jauh hingga yang menusuk saja mengejar menggunakan kendaraan sepeda motor. Nah setelah dipepet, kemudian dilakukan penusukan," ujar Wira, Jumat (24/7).
Polisi mengamankan tujuh tersangka dengan inisial FN, DR, FNK, RRGB, AEL, SS, dan EYR. Mereka dibagi ke dalam empat klaster berdasarkan peran masing-masing. Klaster pertama adalah tersangka yang mengejar korban, yaitu FN dan DR. Klaster kedua terdiri dari tiga orang yang mengejar dan memukul korban: FNK, RRGB, dan AEL. FNK disebut sebagai orang pertama yang memukul korban. Klaster ketiga adalah tersangka SS yang mengejar, memukul, dan mengambil ponsel korban. Terakhir, tersangka EYR alias EO yang melakukan pengejaran, pemukulan, dan penusukan hingga korban tewas.
Para tersangka dijerat dengan tiga pasal: Pasal 458 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun, Pasal 262 ayat 4 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman maksimal 12 tahun, serta Pasal 466 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman maksimal 7 tahun.
Artikel Terkait
Kasad Tegaskan TNI Dukung Program Ketahanan Pangan Pemerintah
Ledakan Gudang Amunisi TNI AD di Madiun, Satu Prajurit Tewas
TNI AD Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 25.912 Titik, Dihadiri 1,1 Juta Penonton
Ledakan di Gudang Amunisi Madiun, Satu Prajurit TNI AD Tewas