Dimas Adi Prasetyo Bersinar di Timnas U-19, PSM Makassar Disarankan Promosikan Striker Muda ke Tim Senior

- Selasa, 02 Juni 2026 | 18:30 WIB
Dimas Adi Prasetyo Bersinar di Timnas U-19, PSM Makassar Disarankan Promosikan Striker Muda ke Tim Senior

PSM Makassar tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk mencari striker masa depan, karena jawabannya mungkin sudah tumbuh di akademi mereka sendiri. Dimas Adi Prasetyo, penyerang muda berusia 18 tahun, kini tengah mencuri perhatian publik sepak bola nasional melalui penampilan gemilangnya bersama Timnas Indonesia U-19, dan ia dinilai layak dipromosikan ke tim senior pada musim depan.

Ketajaman Dimas kembali teruji di panggung internasional saat ia tampil impresif membela Garuda Muda. Sinyal bahwa pemain kelahiran Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, itu pantas mendapatkan kesempatan lebih besar semakin kuat setelah aksinya di ajang Piala AFF U-19 2026. Dalam laga pembuka Grup A yang digelar di Stadion Utama Sumatra Utara, Medan, Senin (1/6/2026), ia menjadi bintang kemenangan telak 3-0 atas Myanmar dengan menyumbangkan dua gol, sementara satu gol lainnya dicetak oleh Arkhan Kaka.

Penampilan tersebut bukanlah sekadar kilasan kebetulan. Sebelumnya, pada ajang Piala Kemerdekaan 2025, nama Dimas juga bersinar setelah ia berhasil membobol gawang Uzbekistan. Gol yang dicetaknya saat itu membuka jalan kemenangan Indonesia dengan skor 2-0, dan aksinya yang gemilang mengantarkannya meraih gelar pemain terbaik atau man of the match. Kemampuan tampil tenang di bawah tekanan serta naluri mencetak gol di momen-momen krusial menjadi keunggulan yang terus ia tunjukkan di setiap kesempatan.

Konsistensi Dimas sejatinya sudah terlihat sejak ia membela PSM Makassar U-18 di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-18 musim 2024/2025. Sepanjang musim, pemain bernomor punggung 93 itu tampil dalam 24 pertandingan dan mengoleksi enam gol serta tiga assist. Kontribusinya nyata, membantu PSM U-18 merebut gelar juara nasional sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa ia mampu bersaing di level ketat sejak usia muda.

PSM Makassar selama ini dikenal sebagai klub yang berani memberikan ruang bagi pemain muda. Dengan perkembangan pesat yang ditunjukkan Dimas, promosi ke tim senior menjadi langkah yang layak dipertimbangkan. Ketajamannya di kotak penalti, pengalaman bersama timnas kelompok usia, serta kemampuannya menghadapi tekanan pertandingan besar menjadi nilai tambah yang jarang dimiliki pemain seusianya. Jika diberi kesempatan berlatih dan bersaing di skuad utama, ia berpotensi menjadi alternatif menarik di lini depan Pasukan Ramang, bahkan mampu memberikan persaingan sehat bagi para striker asing.

Perjalanan Dimas menuju titik ini tidak terjadi secara instan. Lahir di Kabupaten Parigi Moutong pada 13 April 2008, sepak bola telah menjadi bagian hidupnya sejak kecil. Dukungan sang ayah yang pernah aktif bermain sepak bola amatir menjadi fondasi awal kariernya. Ia rutin mengikuti latihan dan turnamen usia muda, bahkan harus menempuh perjalanan hingga Kota Palu demi mengasah kemampuan. Bakatnya mulai berkembang saat bergabung dengan sejumlah sekolah sepak bola, termasuk SSB Persita Taupa dan SSB Labuan Beru.

Dari kompetisi usia muda seperti Piala Soeratin hingga Liga Top Skor, Dimas terus menunjukkan perkembangan signifikan. Penampilan konsistennya kemudian membawanya mengikuti seleksi PSM Makassar yang digelar di Palu. Ia berhasil melewati proses seleksi ketat dan akhirnya bergabung dengan skuad resmi PSM U-18. Kini, setelah sukses menembus Timnas Indonesia U-19 dan terus menunjukkan produktivitasnya di depan gawang, Dimas Adi Prasetyo tampak semakin dekat dengan mimpi berikutnya: menembus tim senior PSM Makassar dan membuktikan diri di level tertinggi sepak bola Indonesia.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar